Di Kedalaman 60 Centimeter Tengkurap Tertimbun Batu, Temuan Kerangka Manusia di Situs Peninggalan Majapahit

Krangka Kumitir
Tim ekskavasi dari BPCB Jawa Timur membesrihkan area ditemukannya kerangka manusia di Situs Kumitir, Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Ekskavasi yang dilakukan tim Balai Perlindungan Cagar Budaya Jawa Timur (BPCB Jatim) di Situs Kumitir, yang disebut-sebut terkait dengan peninggalan Kerajaan Majapahit, dikejutkan dengan temuan beberapa kerangka atau tulang belulang manusia di kedalaman 60 centimeter, tepatnya di  sektor B Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Baca: Pajajaran Bukanlah Nama Kerajaan, Prabu Siliwangi Jenazahnya Diperabukan

Informasi yang dihimpum suaramojokerto.com, kerangka tersebut ditemukan tertimbun bebatuan dengan posisi tengkurap dan dipastikan bukan berasal dari manusia purba.

Namun, untuk memastikannya, BPCB akan menggandeng tim ahli Museum Etnografi dan Kajian Kematian Fisip Airlangga (Unair) Surabaya.

Baca Juga:Samsung Galaxy Tab S6 Lite Akhirnya Mendapat Giliran untuk Pembaruan Android 11 dengan One UI 3.1Mayat Sopir Truk Warna Merah Hantui Warga, Benarkah Arwahnya Gentayangan?

“Posisi saat kita temukan memang sudah seperti ini, tengkurap dan posisi tangan menekuk ke arah dada. Kemudian wajah seperti menghadap ke barat,” ungkap Wicaksono Dwi Nugroho Arkeolog BPCB Jatim saat ditemui di situs Kumitir, Jumat (12/03).

BPCB enggan berspekulasi adanya hal tersebut. Sebab penemuan kerangka individu manusia itu terdapat beberapa keanehan. Seperti ditemukan berada di kedalaman 60 cm dari atas permukaan, tertimbun bebatuan juga menghadap ke bawah atau tengkurap.

Baca: 3 Kerangka Manusia di Situs Kumitir Era Majapahit, 2 Terindentifikasi di Kawasan Istana Bhre Wengker

“Jika ini dibandingkan dengan pemakaman Islam pada umumnya, kedalam bisa mencapai 1,5 meter, kemudian posisi kerangka terlentang dan tangan sedekap, tapi ini tidak. Ditambah lokasi ditemukannya kerangka ini berada diatas permukaan pemakaman umum dan tertutup batu, ini yang menjadi pertanyaan,” bebernya.

Sebelum ditemukan kerangka tersebut, Wicaksono menyebutkan, sudah beberapa kali menemukan serpihan individu kerangka manusia namun tidak dalam keadaan utuh.

Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu tim ahli dari Unair turun ke lapangan melakukan pemantauan temuan itu. Dijadwalkan mereka bakal datang lagi pekan depan. Dengan agenda pengambilan sampel yang dilanjutkan identifikasi lebih mendalam.

Wicaksono juga mengatakan, proses ekskavasi situs Kumitir tahap ketiga dilakukan mulai tanggal 23 sampai 27 Februari dan dilanjutkan lagi 1 Maret sampai 30 Maret 2021.

Baca Juga:Menikah Lagi Ditolak, Pria 60 Tahun Nekat Panjat Tiang Listrik Bertegangan 11.000 VoltSunan Giri Jadi Raja Majapahit Selama 40 Hari?

Ia menambahkan, ekskavasi situs Kumitir saat ini merupakan lanjutan dari ekskavasi tahun 2020. Dimana tahun 2020 pihaknya mendapati adanya bangunan dinding keliling seluar kurang lebih 6 hektar dengan panjang 316 meter dari timur ke barat. Sedangkan dari Utara ke Selatan diduga berukuran 250 meter.

0 Komentar