Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa sebab dilarangnya mengambil emas dari gunung tersebut adalah untuk mencegah terjadinya kekacauan dan saling bunuh di antara manusia. (Fathul Baari, 13/81)
Sungai Eufrat dikatakan sebagai salah satu pertanda akhir zaman. Sungai ini dikenal dengan nama Al-Furat dalam bahasa Arab, yang artinya air paling segar. Sungai ini mengalir dari timur laut Turki.
Baca Juga:Pajajaran Bukanlah Nama Kerajaan, Prabu Siliwangi Jenazahnya DiperabukanMuncul Gunung Berlafaz Alloh, Begini Tanggapan Warganet
Sungai Efrat dan Sungai Tigris adalah dua bengawan yang menjadi sebab daerah di sepanjang tepiannya disebut Mesopotamia, negeri di antara dua sungai. Dari sumbernya di kawasan timur Turki, Sungai Efrat mengalir melintasi Suriah dan Irak, sampai akhirnya bersatu dengan Sungai Tigris menjadi Sungai Syattul Arab yang bermuara di Teluk Persia.
Ustaz Muhammad Alvin Nur Choironi, pegiat kajian tafsir dan hadits, alumnus Pesantren Luhur Darus Sunnah menerangkan makna hadis mengeringnya Sungai Eufrat. Beliau menukil Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.
Artinya: “Dari Ubai bin Ka’ab berkata, ‘Orang-orang terus sibuk mencari dunia. ‘Hampir saja Furat (Sungai Eufrat) terbuka dan banyak simpanan emas. Saat mendengarnya, orang-orang menghampirinya lalu orang yang di dekatnya berkata, ‘Bila kita biarkan orang-orang mengambilnya, mereka akan menghabiskan semuanya.’ Rasulullah bersabda, ‘Mereka berperang karenanya, dari setiap seratus orang, sembilan puluh sembilannya terbunuh.” (HR Muslim)
“Oleh para ulama, hadis ini dijadikan sebagai penjelas atas hadis sebelumnya. Ubai bin Ka’ab memperinci bahwa inti dari hadits tersebut adalah manusia akan selalu sibuk mencari dunia sehingga ia mengutip hadits tersebut,” kata Ustaz Muhammad Alvin Nur dikutip dari NU online.
Baca: Mengenal Danau Tiberias yang Ukuran Airnya Jadi Patokan Tanda Kiamat
Dalam hadits lain juga disebutkan bahwa Rasul melarang siapa pun yang menemukan emas tersebut dilarang untuk mengambilnya. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dari jalur Abu Hurairah, berbeda dengan hadits sebelumnya.
“Hampir terbuka Al-Furat dengan (beirisi) simpanan emas. Siapa yang mendatanginya jangan sekali-kali mengambilnya,” (HR At-Tirmidzi).
