Pertama, terkait Al-Furat yang disebutkan dalam hadits tersebut. Para ulama berbeda-beda dalam memaknainya. Selain menyebutkan bahwa Furat adalah sungai di Kufah, ada juga yang mengatakan bahwa Furat berarti laut. Ada juga yang mengatakan bahwa Furat adalah air yang rasanya sangat tawar sekali. Dari makna-makna ini, sebenarnya belum ada kesepakatan di antara para ulama hadits atas makna Furat yang sebenarnya.
Dengan demikian, jika ada yang mengatakan bahwa keringnya Sungai Eufrat sekarang termasuk bagian dari tanda Kiamat, maka bisa jadi benar, bisa jadi juga salah. Kedua terkait makna “Jabal min Szahab dan Kanz min Dzahab”. Tiga hadits di atas menggunakan dua redaksi yang berbeda.
Pertama menggunakan kata ‘gunung’ dan yang kedua hanya menggunakan kata ‘simpanan’. Lalu mana yang benar?
Baca Juga:Pajajaran Bukanlah Nama Kerajaan, Prabu Siliwangi Jenazahnya DiperabukanMuncul Gunung Berlafaz Alloh, Begini Tanggapan Warganet
Syekh Al-Mubarakfuri menyebutkan bahwa perbedaan itu berdasarkan waktu sebelum dan sesudah ditemukan. Menurutnya, sebelum ditemukan oleh seratus orang, emas itu disebut simpanan (kanzun) namun setelah ditemukan banyak emas disebut gunung (jabal).
Artinya: “Penamaan ‘kanzun’ merupakan sebutan sebelum ditemukan. Sedangkan penamaan ‘jabal’ menunjukkan banyaknya emas tersebut,” (Lihat Al-Mubarakfuri, Tuḥfatul Aḥwadzi, [Madinah, Maktabah Salafiyah: 1963 M], juz VII, halaman 291).
Berdasarkan hadits ini, jika benar yang dimaksud dengan Furat adalah memang benar Sungai Eufrat, maka keringnya sungai tersebut tidak cukup menjadi tanda Kiamat. Karena sebenarnya yang menjadi pokok dan inti dari hadits tersebut adalah mencegah pertikaian banyak orang untuk memperebutkan emas tersebut, bukan saja karena sungainya yang mengering.
Maka dari itu, Rasulullah mencegah kehancuran akibat pertikaian itu (yang disebut sebagai al-sa’ah atau kehancuran) dengan mengimbau agar tidak mengambil emas itu jika telah ditemukan. Menurut Al-Mubarakfuri, substansi hadits tersebut (mencegah terjadinya pertikaian dan kehancuran akibat saling membunuh) sesuai dengan hadits Muslim yang lain dari Abu Hurairah.
Dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah bersabda: “Kelak bumi akan mengeluarkan semua isi perutnya semisal tiang dari emas dan perak lalu akan datang seorang pembunuh seraya berkata, ‘Karena benda inilah aku membunuh.’ Lalu datang pula orang yang memutuskan tali silaturrahmi seraya berkata, ‘Karena benda inilah aku memutuskan tali silaturrahmi.’ Lalu datang pula seorang pencuri seraya berkata, ‘Karena benda inilah tanganku dipotong.’ Kemudian mereka semua meninggalkannya begitu saja dan tidak mengambilnya sedikitpun,” (HR Muslim).
