Gunung Emas Kongo Keringnya Sungai Eufrat Jaraknya 6.677 Kilometer, Kiamat?

00f3921063e80e1c5115435c96621a78
Foto: Pinterest
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Temuan gunung emas di Kongo Afrika mendadak menarik perhatian dunia termasuk publik Indonesia. Banyak yang mengaitkan hal ini dengan pertanda Kiamat sudah dekat. Benarkah demikian?

Diberitakan bahwa penemuan gunung emas di sebuah desa Provinsi Kivu Selatan, Kongo itu membuat warga Kongo berbondong-bondong mendatangi perbukitan merah. Mereka menggali menggunakan peralatan seadanya untuk mengumpulkan biji-biji emas.

https://twitter.com/AhmadAlgohbary/status/1366803747062624261?s=20

National Aeronautics and Space Administration (NASA) atau Badan antariksa Amerika Serikat pada tahun 2013 pernah mengungkap bahwa air di wilayah Timur Tengah mengalami pengurangan atau mengering.

Baca Juga:Pajajaran Bukanlah Nama Kerajaan, Prabu Siliwangi Jenazahnya DiperabukanMuncul Gunung Berlafaz Alloh, Begini Tanggapan Warganet

Berkurangnya air ini dipelajari mulai Januari 2003 hingga Desember 2009 dengan memanfaatkan satelit Gravity Recovery and Climate Experiment (GRACE).

Sebagaimana dikutip dari laman NASA, Kamis (11/3), ilmuwan di University of California, NASA Goddard Space Flight Center, National Center for Atmospheric Research, menemukan selama periode tujuh tahun yang dimulai 2003 bahwa bagian dari Turki, Suriah, Irak, dan Iran sepanjang sungai Tigris dan Eufrat mengalami kehilangan 144 kilometer kubik dari jumlah air tawar yang tersimpan.

Baca: Saat NASA Ingatkan Hadits Nabi Soal Tanda Kiamat, Mengeringnya Sungai Eufrat Tersingkap Gunung Emas

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Kiamat tidak akan terjadi sampai Sungai Efrat (Al-Furat) mengering sehingga muncullah gunung emas. Manusia pun saling bunuh untuk memperebutkannya. Dari setiap seratus orang (yang memperebutkannya), terbunuhlah sembilan puluh sembilan orang. Setiap orang dari mereka mengatakan, ‘mudah-mudahan aku-lah orang yang selamat.” (HR Muslim No 2894)

Dalam riwayat Imam Al-Bukhari disebutkan: ” Hari Kiamat tak akan terjadi sebelum Sungai Eufrat mengering dan menyingkapkan ‘Gunung Emas’ yang mendorong manusia berperang. 99 dari 100 orang akan terbunuh (dalam pertempuran), dan setiap dari mereka berkata, ‘Mungkin aku satu-satunya yang akan tetap hidup.” (HR Al-Bukhari)

Nabi menyebutkan bahwa di antara tanda kecil terjadinya Kiamat adalah mengeringnya Sungai Eufrat di Irak dan kemunculan gunung emas. Manusia pun saling bunuh untuk memperebutkannya. Fakta hari ini gunung emas itu ditemukan di pegunungan Kongo, bukan di Sungai Eufrat yang mengering seperti yang disabdakan Nabi.

0 Komentar