Nekat Mudik, Rumah Tahanan Militer Angker Ini Jadi Tempat Isolasi Mandiri Untuk Pemudik

waspadai mutasi covid19 dari pmi rumah tahanan militer angker jadi tempat isolasi untuk pemudik 73671
Menko PMK Muhadjir Effendy tinjau bekas Rumah Tahanan Militer (RTM) Madiun yang akan dijadikan lokasi isolasi pemudik. Foto: Kemenko PMK
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Saat ini pemerintah tengah fokus mencegah masuknya varian baru virus Corona. Karena itu, pemerintah mewaspadai kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) jelang Lebaran 2021.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan, dua hari lalu di Bandara Juanda, Surabaya, ada 500 PMI yang datang. Kepulangan mereka tidak bisa ditolak karena kontraknya sudah habis.

“Tetapi harus diwaspadai betul karena sekarang Pemerintah Indonesia sedang fokus mencegah masuknya varian baru,” ujar Muhadjir, saat berkunjung ke Kota Madiun, Jawa Timur.

Baca Juga:Mumi Firaun dari Organ Intim Tegak hingga Jantung HilangBikin Merinding, Pesan Serda Setyo Wawan: di Saat Kapalmu Sudah Menyelam, Berari Kamu Sudah Mati

Muhadjir mengatakan, antisipasi tersebut dilakukan berkaca dari tingginya lon­jakan kasus di India akibat munculnya varian baru virus Corona di negara itu.

Karenanya, kata Muhadjir, pemerintah saat ini mem­perketat kedatangan orang dari luar negeri. Termasuk, bagi para PMI yang pulang ke Tanah Air. Akan diterapkan karantina yang lebih ketat daripada sebelumnya.

Sebab, dijelaskan eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu, ge­jala inkubasi mutasi virus ini berbeda dengan Covid-19 sebelumnya.

Kalau dulu 5 hari sudah dinyatakan aman ketika tidak ada gejala. Sementara seka­rang, bisa 10 hari baru muncul gejalanya.

“Karena sekarang variannya baru dan dari berbagai negara. Dan yang paling harus kita waspadai adalah dari India,” tegasnya.

Di Jawa Timur, Muhadjir meninjau tempat isolasi mandiri bagi mereka yang nekat mudik ke Kota Madiun, yaitu di bekas Rumah Tahanan Militer (RTM) Madiun yang terletak di Jalan A Yani, Kota Madiun.

Area bekas penjara zaman kolonial itu sengaja dipersiap­kan oleh pihak Pemerintah Kota Madiun untuk masyarakat perantau yang nekat mudik. Memang terkesan angker, meski sudah dibersihkan dan ditata kembali oleh pihak Pemkot.

Baca Juga:Soal KRI Nanggala 402, Aktivis Prodem: Ditenggelamkan atau Tenggelam oleh Kapal lain?Adakah Hubungan Tenggelamnya KRI Nanggala 402 dengan Keberadaan Kapal Selam Emeraude Perancis?

Dalam peninjauan tersebut, Muhadjir juga mengatakan, kondisi dari penampungan isolasi mandiri itu memang belum layak.

“Karena ini sudah viral saya ingin memastikan seperti apa kondisinya. Memang untuk sekarang menurut saya belum layak,” bebernya.

Dia menerangkan, berdasar­kan laporan dari Wali Kota, Pemerintah Kota Madiun sebetulnya sudah menyiapkan lokasi isolasi lainnya, yaitu di asrama haji. Penyediaan RTM tersebut bertujuan bila daya tampung di asrama haji tidak mencukupi.

0 Komentar