Kian Sancang zaman tarumanagara? Jika Kian Sancang (menurut cerita rakyat) hidup di zaman pemerintahan Raja Kertawarman (Kerajaan Tarumanagara 561 – 618 M), maka kita bisa menelusuri kronik Tiongkok dari Zaman Dinasti Tang. Dinasti Tang, dalam romanisasi Wade-Giles ditulis Dinasti T‘ang, adalah salah satu dinasti Tiongkok yang menggantikan Dinasti Sui dan mendahului periode Lima Dinasti dan Sepuluh Kerajaan.
Dinasti Tang yang bertahan sampai sekitar tiga ratus tahun (618-907). Kaisar Tang merupakan penguasa yang pertama menaruh banyak perhatian pada wilayah pantai Tiongkok Tenggara (sekarang termasuk Provinsi Guangdong, Fujian, dan Zhejian).
Tang, dengan ibu kotanya Chang’an (sekarang disebut Xi’an di Provinsi Shaanxi), memperluas wilayahnya ke semua penjuru; ke utara wilayah Tang meliputi Monggolia dan Siberia Selatan, ke arah barat sampai “Laut” Aral di Asia Tengah, ke barat sampal batas timur Persia (sekarang disebut Iran), ke selatan sampai daerah yang sekarang termasuk Vietnam Utara dan Laos bagian timur, ke timur taut sampai setengah dan Jazirah Korea (bagian barat). Bahkan, Tibet, yang katanya tidak bisa ditundukkan, bisa dikatakan berhasil dimasukkan ke dalam wilayah kekuasaan Tang sehingga Tibet merupakan kerajaan yang tunduk dan setia kepada kaisar Tang.
Baca Juga:Selusur Nama Santang dan SancangBukan Palestina, Usulan Jurnalis Berdarah Yahudi Didirikan di Uganda
Kemajuan negara Tang tidak hanya dalam bidang kemiliteran (untuk memperluas wilayah kekuasaan), tetapi juga dalam bidang-bidang lain, seperti ilmu pengetahuan, kesenian, kebudayaan, dan masih banyak bidang lain lagi, sehingga keturunan imigran-imigran Tiongkok di negeri lain seperti Amerika Serikat, Indonesia, dan di negara-negara lain, setelah beberapa generasi, masih sangat bangga menyebut dirinya Tangren, atau orang Tang di Indonesia.
Jika Kian Sancang dipoposisikan hidup pada zaman raja Kertwarman (561 – 618 M), maka masuk akal jika dikaitkan dengan zaman Dinasti tang di Tiongkok (618 – 907 M).
Kisah seorang bikhu Buddha Bodhiruci (572–727). Ia seorang biksu Buddha dari selatan Tianzhu (India) yang melakukan perjalanan ke timur. Lahir dari keluarga Brahmana di selatan Tianzhu, awalnya bernama Dharmaruci tetapi diberi nama “Bodhiruci” oleh Permaisuri Wu. Mengetahui reputasinya, Kaisar Gaozong (Dinasti Tang) mengundangnya untuk tinggal di Chang’an pada tahun 683 M. Setelah kematian Kaisar Gaozong, Bodhiruci pergi ke Luoyang, di mana ia menerjemahkan dan menerbitkan sembilan belas kitab Buddha (dua puluh jilid). Dia juga membantu Yijing dalam terjemahan baru Avatamsaka Sutra. Setelah kembalinya Kaisar Zhongzong, ia tinggal di Kuil Xichongfu di Chang’an, di mana ia menerjemahkan dan menerbitkan Dabaojijing. Secara total, dia menerjemahkan lima puluh tiga kitab suci dalam 111 jilid selama hidupnya. Pada tahun 724, ia pindah ke Luoyang, dan ia tinggal di Kuil Zhangshou sampai kematiannya pada November 727 M pada usia 155 tahun. Setelah kematiannya, ia diberi gelar anumerta Kaiyuan Yiqie Bianzhi Sancang. Apakah kata Sancang berasal dari Tiongkok? apakah berasal dari kata sàn chǎng? sàn chǎng artinya (1) untuk dikosongkan; (2) (pertunjukan) sampai akhir.
