Pada masa proklamasi kemudian ia dibebaskan berasama tahanan-tahanan lain, dan Mr. Mohammad Joesoeph merencenakan kembali sebuah gerakan di daerahnya sendiri yaitu di Cirebon.
Pada tanggal 7 November tahun 1945 kelompok Mr. Mohammad Joesoeph memunculkan PKI secara legal yang meskipun tindakan ini banyak ditentang oleh kelompok lain. Kemunculannya ini ditandai dengan dibangunnya sebuah Kantor Pusat PKI yang berkedudukan di Jakarta, dan Mr. Mohammad Joesoeph bertindak sebagai Ketuanya dengan Mr.Suprapto sebagai Sekretaris. Untuk menghasilkan dukungan dan simpatisan yang banyak dari rakyat, maka kantor pusat PKI memperluas wilayah gerakan dengan mendirikan cabang-cabangnya di berbagai daerah seperti di Sukabumi, Pekalongan, Solo, Madiun, Malang, dan Surabaya. Guna mempermudah usaha tersebut, maka dibuatlah suatu majalah yang bernama “Bintang Merah”.
Selain itu, pada Januari tahun 1946 dibentuk Laskar Merah. Laskar merah ini dibentuk bertujuan untuk menanamkan ideologi komunis kepada setiap anggotanya. Dan laskar merah ini kemudian mengadakan latihan bersama dengan laskar merah yang berada di berbagai daerah dengan mengadakan latihannya di Solo. Selain untuk menanamkan ideologi, dalam latihan tersebut juga diajarkan keterampilan tentang kemiliteran.
Baca Juga:BTNGC Kuningan Ungkap Kebakaran Hanguskan 138 Hektare Kawasan Hutan Gunung CiremaiPKI Pernah Jadi Partai Berpengaruh di Kota Wali, Raden Slamet Ahmad Prabowo Wali Kota Cirebon Tahun 1960-1965
Pimpinan PKI kemudian menyusun sebuah rencana dalam rangka perjuangannya, yaitu pertama ; PKI akan terus berusaha untuk memperjuangkan kebebasan bagi para kaum buruh dan juga petani. Kedua ; PKI akan terus menentang perbedaan kelas antara para kaum petani buruh dengan para kaum pemilik modal, ketiga ; berusaha untuk menyegel dan menutup semua pabrik-pabrik dan perkebunan-perkebunan, keempat ; semua tanah harus dimiliki oleh para kaum petani yang dimana tanah tersebut diatur oleh para wakil-wakil rakyat, kelima ; merasionalisasikan semua tanah.
Berlangsungnya Peristiwa Pemberontakan
Gangguan politik yang terjadi akibat adanya perselisihan antara golongan moderat dengan golongan revolusioner yang membahas masalah kemerdekaan, justru dimanfaatkan oleh PKI untuk mencoba menguasai politik tersebut. Pada saat-saat seperti itu M. Joesoeph dengan menyuruh anak buahnya untuk menyusun rencana untuk menguasai wilayah Cirebon. Mereka memilih Kota Cirebon, karena hal tersebut berdasarkan hasil keputusan sebelumnya bahwa Kota Cirebon merupakan wilayah aksi berikutnya. Selain itu, faktor lain yang membuat Cirebon dipilih sebagai tempat aksi karena M. Joesoeph sendiri pernah tinggal di Cirebon dan mengetahui banyak tentang Cirebon. Apalagi disana M. Joesoeph dikenal oleh rakyat sebagai seorang pengacara. Dengan hal itu, M. Joesoeph berusaha untuk mengambil simpati rakyat dengan kesan seolah-olah membela rakyat. Selain itu, dia juga memberikan janji-janji palsu kepada rakyat seperti akan membagikan tanah kepada rakyat. Dari hal tersebut diharapkan rakyat Cirebon dapat menjadi massa potensial guna mendukung aksi pemberontakan.
