Namun hal itu tidaklah semudah yang dibayangkan, karena untuk memulai suatu pemberontakan haruslah mempunyai rencana yang matang dengan dukungan yang kuat dari rakyat. Oleh karena itu, untuk membantu dalam upaya tersebut didatangkanlah kesatuan Laskar Merah dari daerah Jawa Tengah dan daerah Jawa Timur dengan alasan akan mengadakan suatu konferensi. Konferensi tersebut dihadiri oleh sekitar 3.000 orang. Dalam sambutan pidatonya M. Joesoeph memberikan pujian kepada Uni Soviet yang telah mendukung revolusi sosial Indonesia di forum Dewan Keamanan PBB. Selain itu dlam acara konferensi tersebut, diadakan pula pawai keliling kota. Dalam pawai tersebut, mereka membawa berbagai atribut perlengkapan seperti menggunakan topi putih yang diikat oleh sebuah pita merah, membawa bendera yang bergambar palu arit yang disertai dengan menyanyikan yel-yel soviet, hingga ada orang-orang yang membawa bermacam-macam senjata yang tentu saja sangat membahayakan.
Dalam konferensi itu, anggota Laskar Merah mulai membuat keributan dan keonaran. Tingkah laku mereka cenderung berbuat kasar terhadap masyarakat dan bahkan sering terjadi adanya pemerasan-pemerasan. Hingga akhirnya insiden pun tidak dapat dihindari, dan sekaligus hal itu menjadi penanda awal dari gerakan M. Joesoeph.
Sebagai sasaran yang pertama yaitu Polisi Tentara. Pada tanggal 12 Februari tahun 1946, PKI memulai aksinya dengan menyebarkan isu bahwa Polisi Tentara telah menghadang dan melucuti anggota Laskar Merah yang baru datang dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur di Stasiun Cirebon. Kemudian Perwira Polisi Tentara Cirebon Letda D. Sudarsono datang ke satsiun untuk menemui seorang Bintara untuk memastikan kebenaran isu tersebut. Namun setelah di stasiun, ia diberondong oleh tembakan-tembakan yang mengarak kepadanya. Ia kemudian dikepung oleh pasukan Laskar Merah. Dan beberapa anggota Polisi Tentara ditawan, setelah itu Letda D. Sudarsono disandera dan dibawa ke Markas batalyon 13 Polisi Tentara dengan maksud untuk melakukan tuntutan.
Baca Juga:BTNGC Kuningan Ungkap Kebakaran Hanguskan 138 Hektare Kawasan Hutan Gunung CiremaiPKI Pernah Jadi Partai Berpengaruh di Kota Wali, Raden Slamet Ahmad Prabowo Wali Kota Cirebon Tahun 1960-1965
Ini merupakan salah satu dari bagian rencana PKI untuk menguasai pemerintahan Cirebon. Banyak anggota tentara yang dilucuti senjatanya, dan banyak pula mereka yang ditangkap dan dijadikan tawanan. Hanya dalam waktu tiga hari saja, pasukan Laskar Merah sudah berhasil menguasai unsur-unsur bersenjata yang ada di Cirebon.
