Mohammad Joesoeph, Pengacara yang Dirikan PKI di Cirebon

af60de91de6c4b05d8edfd8382dab174
Grand Hotel Ribberink di Cirebon, sekitar tahun 1932
0 Komentar

Laskar Merah kemudian bergerak menuju Markas Polisi Tentara di Linggarjati dan mereka merampas senjata-senjata yang dan membawanya kembali ke Cirebon. Setelah PKI berhasil merebut dan menguasai seluruh kota, kemudian Panglima divisi II/Sunan Gunung Jati, Kol. Zainal Asikin Yudadibrata mencoba mengirim utusannya untuk membawa Residen dr. Moerjani dan Kepala Polisi Karesidenan Sulaiman Jayusman ke Markas divisi yang berada di Linggarjati untuk mengadakan perundingan.

Setelahnya melakukan perundingan, Kol. Zainal Asikin Yudadibrata segera mengambil tindakan. Ia memerintahkan untuk mengirim Mayor Ahmad beserta Kepala Polisi Jayusman dan Komisaris Sidik untuk menemui Mr. M. Joesoeph di Hotel Reebrinck untuk mengadakan perundingan. Dalam perundngan ini PKI menyatakan akan mengembalikan senjata-senjata yang telah dirampas kepada tentara pada esok harinya. Namun justru janji tersebut tidak ditepati oleh PKI, dan hal itu merupakan sebuah jebakan semata, karena para petinggi Polisi Tentara setelah berada d Hotel Reebrinck mereka justru disambut dengan serentetan tembakan.

Akhirnya karena mengalami jalan buntu dan kegagalan dalam berunding dengan M. Joesoeph, Panglima Divisi I memutuskan untuk menghubungi Komandan Resimen Cikampek, Letkol Moeffreni untuk meminta bantuan dengan mengirimkan pasukannya ke Cirebon. Dan Letkol Moeffreni mengirimkan sebanyak 600 prajurit untuk dibawa ke Cirebon dengan dibawah pimpinan Mayor Banumahdi.

Baca Juga:BTNGC Kuningan Ungkap Kebakaran Hanguskan 138 Hektare Kawasan Hutan Gunung CiremaiPKI Pernah Jadi Partai Berpengaruh di Kota Wali, Raden Slamet Ahmad Prabowo Wali Kota Cirebon Tahun 1960-1965

Pengiriman pasukan tersebut ditambah oleh pasukan sisa-sisa kekuatan TRI dan Polisi Tentara Cirebon guna menumpas para gerakan pemberontak. Batalyon I pimpinan Mayor Ribut mulai bergerak dari Sindanglaut, Batalyon II pimpinan Mayor Suyana mulai penyergapan dari arah Kedung Bunder, sedangkan Batalyon III pimpinan Mayor Dasuki mulai bergerak dari arah Kosambi.

Rencana pertama dalam penyergapan tersebut yaitu dengan merebut pos-pos pertahanan PKI dan kemudian setelah itu bergerak menuju tempat utama pemberontakan yaitu di Hotel Reebrinck. Penyerbuan dan penyergapan langsung terhadap markas pemberontak dilakukan oleh pasukan gabungan antara TRI, Polisi Tentara di bawah pimpinan Lettu Machmud Pusya, Mayor Dasuki, dan Mayor Suwardi.

Sesuai dengan rencana, pasukan TRI bergerak dari berbagai arah untuk mengepung kedudukan pemberontak di markasnya. Tembak-menembak terjadi namun hanya sebentar, hal ini terjadi karena pasukan penyergap jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan para pemberontak, selain itu juga terdapat kepanikan di pihak pemberontak.

0 Komentar