Didirikan Megawati Soekarnoputri, Berikut Fakta Stadion Kanjuruhan Saksi Bisu Perjalanan Arema

202210021408 main
Penampakan Stadion Kanjuruhan Malang. (Foto: Dok. Istimewa)
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Kabar duka sedang menyelimuti dunia sepak bola Indonesia.

Tragedi memilukan baru saja terjadi pada pekan ke-11 BRI Liga 1 2022/2023 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Kerusuhan ini terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu, 1 Oktober 2022.

Sejauh ini, sebanyak 125 orang dikabarkan meninggal dunia dalam kejadian di Stadion Kanjuruhan ini.

Stadion Kanjuruhan merupakan kandang Arema Fc di Liga 1 dan Persekam Metro FC di Liga 3.

Baca Juga:Polisi Bongkar Kasus Prostitusi Anak di Cirebon, Muncikari Asal Majalengka Ditangkap2 Korban Prostitusi Anak Berstatus Pelajar SMK di Kota Wali Cirebon

Lantas, seperti apa Stadion Kanjuruhan yang menjadi saksi bisu kericuhan laga arema FC vs Persebaya Surabaya?

Dilansir carubannagari.com dari berbagai sumber, berikut fakta-fakta Stadion Kanjuruhan Malang yang menjadi saksi bisu kericuhan laga Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Dibangun dengan Biaya Lebih dari RP35 Miliar

Stadion Kanjuruhan adalah sala satu stadion sepak bola yang terletak di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Indonesia dengan kapasitas stadion berjumlah 45.000 tempat duduk.

Stadion Kanjuruhan dibangun sejak tahun 1997 dengan biaya lebih dari RP35 miliar dan diresmikan penggunaannya pada tanggal 9 Juni 2004 oleh Presiden Megawati Soekarnoputri.

Pembukaan digelar dengan pertandingan kompetisi Divisi Satu Liga Pertamina tahun 2004, antara Arema Malang melawan PSS Sleman. Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan Arema 1–0.

Jadi Saksi Bisu Perjalanan Arema

Kepindahan Arema dan Aremania dari kandang lama Stadion Gajayana, Kota Malang ke Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Sejak kepindahannya ke Stadion Kanjuruhan, kisah keberuntungan dan kemalangan seakan menyertai perjalanan Arema.

Baca Juga:Melihat Potret Desa yang Dikunjungi Charles Olke van der Plas di IndramayuTahukah Anda Hotel Cheribon? Termewah di Zamannya

Stadion Kanjuruhan menjadi saksi bisu perjalanan langkah skuat Singo Edan menggapai mahkota Copa Indonesia 2005 dan 2006.

Di Stadion Kanjuruhan ini pula, Aremania pernah meraih predikat The Best Suporter di ajang Copa Indonesia 2006, meski pemberian gelar dan hadiah tak dilakukan secara simbolis di Stadion Kanjuruhan.

Di stadion ini Arema juga pernah ditahbiskan sebagai kampiun kompetisi sepakbola kasta tertinggi bertajuk Indonesia Super League (ISL) 2009-2010.

Kala itu, upacara penobatan juara digelar lewat laga Perang Bintang antara Arema Indonesia melawan Tim All-Star, yakni gabungan 22 pemain yang bermain di ISL pada 6 Juni 2010.

Di tahun 2010, Panpel Arema juga mendapatkan gelar Panpel Terbaik dalam ISL 2009-2010. Selain itu berkat kerjasama dengan Aremania, Panpel Arema mampu mencatatkan rataan penonton tertinggi se-Asia Tenggara untuk musim kompetisi 2009-2010 dan 2010-2011.

0 Komentar