Babad Galuh Gelar Doa Bersama untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Pendukung PSGC, Balad Galuh Ciamis, menyalakan lilin dan doa bersama untuk korban di Stadion Kanjuruhan/Ist
0 Komentar

PENDUKUNG PSGC Ciamis, Balad Galuh menggelar doa bersama untuk korban tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Doa bersama yang dilaksanakan di Stadion Galuh Ciamis, Senin (3/10), dihadiri ratusan suporter Balad Galuh dari berbagai daerah di Kabupaten Ciamis. Mereka menyalakan lilin sebagai tanda berkabung.

Balad Galuh juga menggelar doa bersama untuk korban tragedi Stadion Kanjuruhan.

Baca Juga:Duka Tragedi Kanjuruhan, Aksi Ratusan Suporter Nyalakan Seribu Lilin di Balai Kota CirebonMerger 228 Sekolah Satu Hamparan di 108 Titik di Kabupaten Cirebon

“Nyalakan lilin dan mengheningkan cipta yang berlangsung di Stadion Galuh Ciamis sebagai rasa duka,” ujar Ketua Balad Galuh Ciamis, Dian Ghozin pada Selasa (4/10).

Dia juga mengatakan, pihaknya menggelar doa bersama sebagai bentuk solidaritas. Karena bagaimanapun, lanjutnya, Aremania dan Aremanita adalah bagian dari sepak bola Indonesia.

“Doa bersama ini adalah salah satu bentuk solidaritas kami, solidaritas yang murni atas dasar kemanusiaan,” kata Ghozin.

Ia menilai, tragedi di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang pada Sabtu (1/10) itu adalah masalah kemanusiaan.

Sebagai sesama suporter, wajib untuk mendoakan kepada almarhum dan almarhumah tragedi di Kanjuruhan Malang itu.

“Ini sepakbola, jadikan sepakbola sebagai olahraga prestasi dan hiburan masyarakat juga sebagai silaturahmi,” jelasnya.

Dia berharap, suporter Balad Galuh bisa mengambil hikmah dari peristiwa di Kabupaten Malang itu.

Baca Juga:Ternyata Ini Makna dari Kode 1312 yang Terlihat di Pintu Maut Stadion KanjuruhanAwal Mula Freemasonry di Cirebon Dimulai dari Loji Tegal

“Semoga kita, khususnya di Tatar Galuh Ciamis, bisa belajar dari kejadian ini. Agar menjadi suporter yng dewasa dan dicintai masyarakat dengan menyuguhkan kreasi,” ujar Ghozin.

Ia juga menyampaikan, tragedi di Stadion Kanjuruhan itu jangan sampai terjadi lagi. Sportivitas, rasa kemanusiaan, dan rasa persaudaraan Bangsa Indonesia harus terus dijaga bersama. (*)

0 Komentar