CARUBAN NAGARI-Sunan Bonang mempunyai nama asli Syekh Maulana Makhdum Ibrahim anak dari Raden Ali Rahmatullah Sunan Ampel bin Syekh Ibrahim Asmaraqandi. Syekh Ibrahim Asmaraqandi kakek Sunan Bonang memiliki nama asli Ibrahim Al-Ghazi bin Jamaluddin Husein merupakan ulama terkemuka keturunan Turki-Persia dari daerah Samarkand, di negeri Uzbekistan.
Pada akhir abad ke-14, Syekh Ibrahim Asmaraqandi tinggal di Yunan, Cina Selatan. Nama Sunan Bonang mengakomodir nama kakeknya Ibrahim Al-Ghazi. Sedangkan dari garis keturunan perempuan, ibunya bernama Dewi Candrawati atau disebut Nyai Ageng Manila, putri dari Arya Teja, seorang Adipati Tuban semasa Kerajaan Majapahit berdiri. Sunan Bonang lahir pada tahun 1448 M di Tuban, dan mempunyai 8 saudara, salah satunya Raden Qasim yang bergelar Sunan Drajat.
Masa muda Sunan Bonang banyak dihabiskan untuk menimba ilmu dari ayahnya, Sunan Ampel. Selain itu, Sunan Bonang juga menimba ilmu kepada Syekh Maulana Ishak, dari kerajaan Samudera Pasai, Aceh. Sunan Bonang dikenal sebagai penyebar Islam yang menguasai ilmu fikih, usuluddin, tasawuf, seni, sastra, arsitektur dan ilmu kedigdayaan.
Baca Juga:Ada Suara Gamelan dan Sinden di Curug Pangeran Petilasan Kian SantangAnda Mendengar? Suara Lirih Diduga Muncul di Stadion Kanjuruhan
Ketika memasuki kompleks makam Sunan Bonang yang berada di Dukuh Kauman, Kelurahan Kutorejo, Tuban, peziarah akan menemui bukti fisik antara lain ada tiga gapura. Gapura pertama berbentuk regol, kedua dan ketiga berbentuk Paduraksa.
Gapura yang memiliki corak Hindu-Buddha ini seperti menandakan peziarah telah memasuki sebuah komplek tempat suci, atau bangunan penting yakni makam salah seorang wali yang cukup disegani.
Memasuki gapura kedua, pengunjung akan melihat Masjid Astana Bonang, sebagai zawiyah (tempat menyepi) Sunan Bonang. Disebelah utara masjid ini, kita dapat melihat Gapura Paduraksa, gapura ketiga yang ada di kawasan makam ini.
Di gapura ke dua dan ketiga, terdapat hiasan piring dengan ornamen motif bunga dan tulisan Arab. Tulisan tersebut salah satunya tertulis nama empat kalifah antara lain, kalifah Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. Ada sekitar 30-an piring dengan ornamen bunga yang menghiasi Gapura Paduraksa. Peziarah juga bisa melihat tembok kelir dengan 15 piring porselin.
