Joko Kendil membuat banyak layang-layang dan diberikan kepada anak-anak. Hingga suatu hari, ketika beranjak dewasa Joko Kendil menyampaikan sesuatu kepada Mbok Tua. “Mbok aku kan sudah dewasa, aku ingin segera menikah,”ucap Joko Kendil. Mbok Tua lalu menjawab,”Apa kamu sudah punya calon? Nanti biar Si Mbok lamarkan.”
“Aku hanya ingin menikah dengan putri Raja, tolong lamarkan salah satu dari putri Raja itu Mbok,” ucap Joko.”
“Joko apa kamu tidak punya calon lain? Putri Raja pastinya hanya menikah dengan pangeran,” jawab Mbok Tua.
Baca Juga:Perintah Syekh Hadi Guntur: Kusnan Berjalan Kaki Menuju Gunung Muria, Siapa yang Menyebutnya Si Joko Kendil?Syaikh Tambuh Aly bin Syaikh Baqir Meruqyah Tanah Jawa
“Tidak ada Mbok, pokoknya aku hanya ingin menikah dengan putri Raja,”ucap Joko Kendil.
Si Mbok Tua pun terpaksa menuruti kemauan Joko Kendil, keesokan harinya mereka pergi ke istana menghadap Raja. Setelah berbicara dengan Raja, ternyata dia menyambut dengan baik keinginan Joko Kendil karena Raja membebaskan keinginan putri-putrinya untuk menentukan calon suaminya sendiri.
Raja memiliki tiga orang putri, yang pertama bernama Dewi Kantil, putri kedua bernama Dewi Mawar dan yang ketiga bernama Dewi Melati. Raja pun memanggil ketiga putrinya serta menyampaikan tujuan dari kedatangan Mbok Tua dan Joko Kendil.
“Ayah, aku tidak sudi menikah dengan orang miskin dan bentuknya aneh seperti itu,”ucap Dewi Kantil
“Ayah, aku hanya ingin menikah dengan pangeran yang kaya raya, dan tampan”ucap Dewi Mawar.
“Aku bersedia menikah dengan Joko Kendil. Aku menerima lamarannya dengan sepenuh hati, ayah tolong restui kami,”ucap Dewi Melati.
Dan, semua terkejut dengan apa yang disampaikan oleh Dewi Melati. Meskipun berat hati, Raja mengizinkan Dewi Melati menikah dengan Joko Kendil. Sebagai seorang pemimpin, tentunya tidak baik ketika ia mengingkari janji itu.
Baca Juga:Kisah Sultan Al-Ghabbah: Kirim Ribuan Keluarga Muslim untuk Menghuni Pulau Jawa Berakhir Tragis hingga Mengutus Syekh Tambuh Aly bin Syekh BaqirSyarif Syam Berambut Panjang hingga Menyentuh Tanah Anak Angkat Ki Gede Karangkendal yang Jarang Disebutkan dalam Babad
Setelah Joko Kendil menikah dengan Dewi Melati, Mbok Tua memutuskan untuk memilih hidup kembali di desanya. Meskipun Joko Kendil dan Dewi Melati sudah berkali-kali membujuknya agar tinggal di istana. Mbok Tua tetap memilih hidup di desanya yang tenang.
Sedangkan di istana, setiap hari Dewi Kantil dan Dewi Mawar tidak bosan-bosannya mengejek Joko Kendil. Sedangkan Joko Kendil dan Dewi Melati hanya menerima cemoohan itu dengan tabah.
