CARUBAN NAGARI-Syaikh Subakir adalah sosok wali yang mempunyai pengetahuan luas serta olah batin yang kuat. Melalui kemampuan ini, diceritakan dalam Kitab Musarar beliau dapat berinteraksi dengan dunia gaib. Selama di pulau Jawa, Syaikh Subakir dikenal sebagai penakluk tanah Jawa dari dominasi jin dan setan. Dijelaskan pula bahwa beliau memiliki keahlian dalam membersihkan daerah yang dikenal angker.
Syaikh Subakir memiliki nama asli Syaikh Tambuh Aly bin Syaikh Baqir. Nama ini merupakan nama asli yang dimiliki beliau sebelum menginjakkan kaki di tanah Jawa. Beliau merupakan seorang ulama dari Negara Persia yang sekarang dikenal dengan Negara Iran. Persia merupakan kawasan dengan catatan historis peradaban dan keilmuan yang unggul.
Seterusnya, Sultan Al-Ghabbah dalam misi mengislamkan tanah Jawa, (nama daerah dekat Samarkand) dari negeri Rum mengirim 4000 keluarga muslim untuk menghuni pulau Jawa. Namun dikisahkan semua keluarga muslim tersebut tewas dibunuh siluman yang menghuni pulau Jawa. Sultan Al-Ghabbah kembali mengirim 2000 keluarga muslim untuk menghuni pulau Jawa, namun semuanya kembali tewas.
Baca Juga:Kisah Sultan Al-Ghabbah: Kirim Ribuan Keluarga Muslim untuk Menghuni Pulau Jawa Berakhir Tragis hingga Mengutus Syekh Tambuh Aly bin Syekh BaqirSyarif Syam Berambut Panjang hingga Menyentuh Tanah Anak Angkat Ki Gede Karangkendal yang Jarang Disebutkan dalam Babad
Akhirnya Sultan Al-Ghabbah mengutus Syaikh Baqir atau masyhur dengan nama Syaikh Subakir ke tanah Jawa untuk meruqyah tanah Jawa sebagai awal pembuka jalan dakwah, serta menghilangkan anasir-anasir jahat akibat dominasi jin dan siluman yang terkait dengan ritual agama dan kepercayaan yang dianut masyarakat setempat sebelumnya.
Masuknya Islam di Tanah Jawa pada Abad ke-13 M
Di dalam Kitab Musarar bab Serat Jangka, Syaikh Subakir telah menceritakan awal mula dunia ini telah wujud selama sepuluh ribu delapan belas tahun. Diceritakan pada masa itu, Tanah Jawa masih belum berpenghuni. Hal tersebut terdapat pada Pupuh Asmaradana nomor 3 sebagai berikut:
“Demikian awal cerita, dari Kitab Musarar, yang diuraikan dengan kata berbahasa Jawa. Mulai dunia lahir, sampai hari kiamat, sudah ada sepuluh ribu delapan ratus tahun, lamanya dunia digelar.”
Jawa, atau biasa disebut oleh penduduknya dengan nama tana (tanah) Jawa, atau nusa (pulau) Jawa adalah nama lain dari Nusa Hara-hara, atau Nusa Kendang, yang berarti pulau yang masih liar atau yang bertepian perbukitan (Raff les, 2104).
