CARUBAN NAGARI-Joko Kendil adalah salah satu cerita rakyat yang populer dari provinsi Jawa Tengah yang beribukota di Semarang dan memiliki salah satu tempat tujuan wisata yang bernama simpang lima.
Kendil adalah tempat menanak nasi yang biasa digunakan masyarakat Jawa pada zaman dahulu.
Dalam bahasa Indonesia, Kendil disebut dengan istilah periuk nasi. Nah, apa hubungan periuk nasi dengan cerita Joko Kendil?
Baca Juga:Perintah Syekh Hadi Guntur: Kusnan Berjalan Kaki Menuju Gunung Muria, Siapa yang Menyebutnya Si Joko Kendil?Syaikh Tambuh Aly bin Syaikh Baqir Meruqyah Tanah Jawa
Dikutip carubannagari.com dari salah satu unggahan video di Kanal YouTube Dongeng Kita pada 2 Maret 2021. Inilah cerita rakyat Jawa Tengah tentang legenda Joko Kendil.
Pada suatu hari ada seorang anak sedang mengetuk rumah seseorang. Lalu pemilik rumah itu membukakan pintunya dan berkata, “Kamu siapa nak?” ucap Si Mbok Tua pemilik rumah itu. “Mbok aku lapar sekali, bolehkah aku meminta makan?” ucap anak tersebut.
Si Mbok Tua yang merasa kasihan pun memberikan anak itu makanan, meskipun hanya memiliki sedikit makanan yang seadanya. Saat makan Si Mbok Tua bertanya kepada anak itu, “Nak siapa namamu? Darimana kamu berasal?”
Lalu anak itu menjawab, “Aku tidak tau namaku ini siapa mbok, tetapi orang-orang memanggilku dengan sebutan Joko Kendil mungkin karena aku menyerupai Kendil. Aku sudah lupa dimana kampung halamanku, kedua orang tuaku sudah lama meninggal. Sejak itu aku berjalan kesana kemari, hidup dengan meminta belas kasihan dari orang lain.”
Setelah makan, ia ingin berpamitan dan mengucapkan terima kasih kepada Mbok Tua karena dia sudah dua hari tidak makan karena diusir oleh orang-orang saat ia meminta makan. Mbok Tua pun melarangnya dan menawarkan untuk tinggal bersamanya.
Setelah beberapa hari tinggal, ternyata anak kecil yang bernama Joko Kendil itu sangat rajin membantu Mbok Tua. Setiap hari Joko Kendil dan Mbok Tua bercocok tanam, Joko Kendil juga sering mencarikan kayu bakar untuk Mbok Tua.
Tidak jarang, Joko Kendil menerima cemoohan dari anak-anak kampung lainnya. Namun Joko Kendil tidak menghiraukannya.
Baca Juga:Kisah Sultan Al-Ghabbah: Kirim Ribuan Keluarga Muslim untuk Menghuni Pulau Jawa Berakhir Tragis hingga Mengutus Syekh Tambuh Aly bin Syekh BaqirSyarif Syam Berambut Panjang hingga Menyentuh Tanah Anak Angkat Ki Gede Karangkendal yang Jarang Disebutkan dalam Babad
Waktu pun mulai berlalu, Joko Kendil sudah menjadi seorang remaja. Disela-sela waktunya tidak membantu Mbok Tua, ia berburu hewan di hutan. Bukan hanya berburu, Joko Kendil juga pandai membuat dan menerbangkan layang-layang.
