CARUBAN NAGARI- Banyak yang beranggapan jika monyet liar turun gunung, mengandung sebuah pertanda.
Bahkan, tak sedikit menganggap turunnya monyet liar dari gunung termasuk totonden atau tanda-tanda bencana.
Anggapan tersebut sering kali terbesit dalam pikiran, saat melihat gerombolan monyet liar tetiba turun dari gunung.
Baca Juga:Penguatan Nilai Budaya Lokal, Kota Cirebon Jadi Tuan Rumah Kongres Bahasa dan Riksa BudayaSilaturahmi ke Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, Sultan Sepuh Aloeda II Beberkan Fakta Sejarah Kraton Kasepuhan
Bahkan baru-baru ini, masyarakat kota Bandung digegerkan dengan kemunculan monyet liar yang menyerbu permukiman warga.
Seperti yang diunggah akun Instagram @beritakotabandung, kiriman @syaqilla_sm pada Rabu, 23 November 2022.
Melalui video tersebut, nampak terlihat empat ekor monyet liar tengah berada di atap rumah warga di desa Babakan Sari, kecamatan Kiaracondong.
Sesekali monyet-monyet liar itu terlihat bergelantung dan mencoba menyelinap masuk ke dalam rumah.
Warga yang panik mencoba mengusir monyet tersebut dengan teriakan dan suara bising.
Seperti seorang ibu yang terus berteriak usai melihat monyet-monyet mencoba masuk ke dalam rumah seorang warga.
“Alah siah eta kadararinya,” teriak salah seorang ibu, dikutip carubannagari.com Sabtu 26 November 2022.
Baca Juga:Sultan Sepuh Aloeda II Serahkan Kajian Fakta Sejarah dan Hukum Keraton Kasepuhan ke Wali Kota CirebonWali Kota Cirebon Gagal Pertemukan 2 Sultan Kraton Kasepuhan
Meski mendapat teriakan dan usiran, namun gerombolan monyet liar tersebut enggan pergi dan tetap berada di atap rumah warga.
Banyak yang beranggapan jika fenomena monyet turun gunung erat kaitannya dengan tanda bencana
Netizen yang menyaksikan video tersebut pun merasa khawatir, tentang adanya potensi bencana yang sewaktu-waktu bisa mengancam.
Namun bisa jadi, kawanan monyet liar turun kaerna rusaknya habitat hidup dan ekosistem hutan yang mulai tercemar.
Karena dibalik habitat yang rusak, ada sumber makanan kawanan monyet yang habis terkuras. (*)
