14 Fakta Soal Runtuhnya Majapahit dari Raffles hingga Serat Darmagandhul

Gambaran Panggung atau Menara di Jaman Kerajaan Majapahit. Foto: Virtual Museum/Heuristplus Sydney
Gambaran Panggung atau Menara di Jaman Kerajaan Majapahit. (Foto: Virtual Museum/Heuristplus Sydney)
0 Komentar

Pendapatnya itu didasarkan pada berita-berita tradisional dan “Resume laporan Residen Poortman tentang naskah Kronik Cina dari kelenteng Sam Po Kong Semarang.” Menurut De Graaf yang wawancarai langsung oleh Ki Agus Sunyoto, menyatakan Residen Portman dan Kronik Cina Klenteng Sam Po Kong adalah fiktif alias tidak pernah ada.

Kelima, Prof. Dr. N.J. Krom pada dasarnya dapat menerima berita tradisi yang menyebutkan bahwa Majapahit runtuh pada tahun Saka 1400. Akan tetapi Krom tidak menyetujui keterangan yang menyatakan bahwa keruntuhan Majapahit itu disebabkan oleh serangan koalisi daerah-daerah Islam di pesisir yang dipimpin oleh Demak.

Sebaliknya Krom mengajukan pendapat, bahwa keruntuhan Majapahit disebabkan karena serangan sebuah Kerajaan Hindu yang lain dari Kediri, yaitu dari Dinasti Girindrawadana. Dinasti Hindu dari Kediri ini berhasil menguasai Kerajaan Majapahit dan kemudian meneruskan pemerintahan sampai beberapa lamanya.

Baca Juga:Misteri Gunung Api Karyamukti Fenomena Mengejutkan Situs Megalitikum Gunung PadangIni Alasan Mencari Nama Asep hingga Eneng Sulit Ditemukan di Tatar Sunda

Di samping itu Krom berpendapat pula bahwa sampai pada tahun 1521, Majapahit Masih Berdiri bahkan berdasarkan temuan sebuah prasasti tembaga dari daerah Malang yaitu prasasti Pabanolan Pari, Krom berpendapat bahwa Majapahit masih ada pada tahun seka 1463 ( 1541 AD) ( Krom, 1913:257 1923:83-84 ; 1931:466 ).

Keenam, DR . W. F. Stutterheim, dengan menyadari pula bahwa berakhirnya Majapahit tidak diketahui dengan dengan pasti, telah menyatakan sebuah dugaan bahwa Majapahit berakhir antara tahun 1514 dan 1528, yaitu pada tahun 1520. (Stutterheim 1932:83, 1952:90; Prijanutono 1953:90).

Ketujuh, menurut B.J.O Schrieke, keruntuhan Kerajaan Majapahit terjadi pada tahun 1486 AD (1388 Saka), yaitu ketika Majapahit diserang oleh Bhattara Ring Dahanapura, dengan bantuan raja-raja daerah pesisir.

Pada waktu itu yang menjadi raja di Majapahit adalah Shinga Wikramawardhana, sedangkan Bhattara Ring Dahanapura yang mengadakan penyerangan Majapahit, tidak lain dari Bhatara I kling yang bernama Diah Wijayakarana Girindrawardhana yang meninggal pada tahun Saka 1396. (Schrieke, 1957:58-64).

Kedelapan, dalam Studinya mengenai ketatanegaraan Majapahit, Prof. Muh. Yamin mengemukakan pula pendapat bahwa Kerajaan Majapahit runtuh sesudah tahun 1522 dan sebelum tahun 1528, yaitu kira-kira pada tahun 1525 (Yamin, II, 1962:334-335).

Pendapatnya itu didasarkan pada pemberitaan Pigafetta tahun 1522 yang masih menyebutkan adanya Majapahit (Magepaher) dan didasarkan pula pada pemberitaan De Barros yang mengungkapkan bahwa pada tahun 1528 daerah Panarukan telah mengirimkan duta sendiri ke Malaka, untuk mengadakan perjanjian dengan Portugis.

0 Komentar