ACAB Mencuat di Jalanan, dari New York hingga Cirebon

Gedung Markas Gegana di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, terbakar pada Minggu (31/8/2025) sore.
Gedung Markas Gegana di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, terbakar pada Minggu (31/8/2025) sore.
0 Komentar

DI tengah gelombang demonstrasi yang kerap diwarnai bentrokan dengan aparat, teriakan dan coretan “ACAB” semakin sering muncul.

Gaung istilah ini kembali mencuat di Indonesia setelah insiden tragis di Jakarta pada 29 Agustus 2025.

Seorang pengemudi ojek daring tewas dilindas kendaraan taktis saat demonstrasi, peristiwa yang memicu kemarahan publik.

Baca Juga:Nyi Mas Utari, Mata-Mata Mataram Sukses Membunuh Gubernur VOC Jan Pieterszoon CoenJalan Kuno Pajajaran-Majapahit di Kawasan Hutan Poros Ciamis-Banjar, Ada Punden Berundak Mengarah Kiblat

Pascaperistiwa itu, akronim ACAB semakin ramai berseliweran di jalanan hingga media sosial.

Arti merujuk pada sebuah akronim dalam bahasa Inggris, yaitu “All Cops Are Bastards”. Secara harfiah, “All Cops Are Bastards” artinya “Semua Polisi adalah Bajingan”.

Istilah ACAB sudah digunakan sejak lama sebagai bagian dari budaya protes atau demonstrasi di berbagai negara. Biasanya, istilah ini dijadikan slogan dalam grafiti, tato, spanduk, dan tempat-tempat umum lainnya.

Lantas, apa yang dimaksud dengan ACAB?

Arti ACAB Bahasa Indonesia dan Kode 1312

Seperti yang disebutkan sebelumnya, arti ACAB adalah kepanjangan dari “All Cops Are Bastards” yang artinya “Semua Polisi adalah Bajingan”.

Julukan “bajingan” di sini biasa digunakan sebagai penghinaan kasar untuk orang dengan perbuatan buruk.

Mengutip buku The Concise New Partridge Dictionary of Slang and Unconventional English oleh Tom Dalzell, istilah ACAB digunakan sebagai slogan untuk mengekspresikan ketidaksetujuan terhadap perilaku polisi yang dianggap tidak etis atau kasar.

Selain menggunakan frasa lengkap “All Cops Are Bastards” atau singkatan “ACAB”, dikenal juga kode numerik 1312. Kode ini dibaca sesuai dengan urutan abjad, yaitu:

1 (A), yakni merujuk pada huruf pertama ACAB untuk kata “All”.

3 (C), yakni merujuk pada huruf kedua ACAB untuk kata “Cops”.

1 (A), yakni merujuk pada huruf ketiga ACAB untuk kata “Are”.

2 (B), yakni merujuk pada huruf keempat ACAB untuk kata “Bastards”.

Baca Juga:Ritual Ruwatan Bangsa di Candi NgawenBerikut 4 Fakta Ungkap Siapa Tokoh Siliwangi

Jadi, kode 1312 adalah sebutan lain untuk ACAB. Kode ini sering digunakan dalam bentuk tato, grafiti, spanduk, dan lainnya sebagai bentuk “protes tersembunyi”.

Sejarah ACAB dan Penggunaannya

Sebenarnya, tidak diketahui pasti tentang asal-usul ACAB. Namun, istilah ini diyakini muncul pertama kali di Inggris sekitar abad ke-20. Ada sumber yang mengaitkannya dengan aksi mogok pekerja pada 1940-an di Inggris.

0 Komentar