Galileo mengajar di sana selama 18 tahun hingga 1610. Selama itu pula reputasinya sebagai saintis dan penemu kian menanjak. Ia termasuk jajaran ilmuwan paling cemerlang di Eropa kala itu.
Great Books of the Western Worldvol. 26 (1996) yang disunting Mortimer J. Adler mencatat bahwa “Ceramah-ceramahnya, yang dihadiri oleh bangsawan-bangsawan penting dari berbagai bagian Eropa, sangat populer hingga harus dilangsungkan di aula berkapasitas dua ribu orang” (hlm. 125).
Dia juga menulis banyak risalah tentang banyak topik matematika dan fisika. Di antara hasil penelitiannya yang terkenal dan dianggap sumbangan besar bagi ilmu fisika adalah hukum inersia, hukum benda jatuh, dan lintasan parabola. Ia juga dikenal sebagai penemu kompas geometri dan termometer udara.
Baca Juga:Illuminati, Organisasi Rahasia yang Melahirkan Banyak Teori KonspirasiLatar Belakang Revolusi Prancis 1789: Krisis, Ketimpangan, dan Runtuhnya Monarki
Nama Galileo kian bersinar sebagai saintis pada tahun-tahun terakhir mengajar di Universitas Padua. Saat itu juga minatnya pun beranjak dari penelitian tentang gerak dan mekanika kepada astronomi.
Pada 1609 tersiar kabar tentang keberhasilan orang Belanda menciptakan teropong medan. Tetapi alat itu belum seberapa kuat, perbesarannya hanya sampai dua atau tiga kali. Ia tertarik pada alat itu dan melakukan beberapa eksperimen untuk memperkuat perbesarannya dan di akhir tahun itu ia telah mampu membikin teropong dengan perbesaran hingga 20 kali.
“Dengan alat itu dia dapat mengamati bulan setiap malam manakala langit tidak berawan. Dia dapat menginterpretasikan apa yang dilihatnya secara benar, sekaligus membuktikan eksistensi gunung dan kawah, padahal oleh para filsuf alam [bulan] disebut berbentuk bulat sempurna di langit,” tulis Stillman Drake dalam Galileo: Pendekar Otonomi Ilmu Pengetahuan (1994: 74).
Dengan alat yang kini kita sebut teleskop itu pula, setahun kemudian ia berhasil mengamati empat bulan yang mengorbit Jupiter. Ia juga membuktikan bahwa Bima Sakti yang terlihat tiap malam adalah kumpulan bintang-bintang. Semua hasil observasi astronominya itu lalu dituangkan dalam sebuah risalah bertajuk Sidereus Nuncius.
Pertentangan dengan Vatikan
Hingga kini Galileo dikenal karena temuan-temuannya di bidang hukum gerak, mekanika, dan tentu saja astronomi. Namun, menurut Stillman Drake yang telah meneliti Galileo selama setengah abad, kontribusi terbesar Galileo pada sains modern sebenarnya lebih fundamental.
