Soegra Sang Penemu Tarling

Sugra Penemu Tarling
0 Komentar

Ketika teknologi organ mampu meringkas seluruh bunyi-bunyian, orang-orang menyangka seni tarling adalah organ tunggal. Sugra mungkin tidak membayangkan akan terjadi seperti ini. Sesuatu yang jauh dari apa yang telah dirintisnya. Mungkin pula orang-orang tidak tahu dan tidak mau tahu, bagaimana sesungguhnya kronologis seni tarling; dan siapa pula perintisnya.

Indramayu agaknya mulai menyadari ini. Mungkin ini pula bentuk penghargaan dari Pemkab Indramayu yang memberi nama gedung kesenian yang baru di Jl. Veteran sebagai “Gedung Kesenian Mama Soegra”. Sebutan “mama”, dalam bahasa Jawa-Indramayu berati bapak, yang memiliki strata sosial lebih tinggi.

Demikian pula monumen karya Adung Abdulgani di daerah Kepandean tentang dua orang bermain gitar dan suling. Atau juga even musik bernama “Soegra Music Festival” yang dirintis Ucha M. Sarna, yang menghadirkan pemusik dari berbagai daerah lain di Indonesia maupun mancanegara untuk mengeksplorasi musik tarling –rintisan Sugra itu– yang diadakan kelompok Soegra Inspiratif. (*)

0 Komentar