‘Persahabatan’ Haji Hasan Mustapha dan Snouck Hurgronje

Buku Informan Sunda Masa Kolonial e1552469008183
Dok. Kineruku
0 Komentar

“Haji Hasan Mustapa telah saya kenal dari dekat sejak kurang lebih 10 tahun dan selama waktu itu rasa hormat saya terhadap watak dan bakatnya yang benar-benar langka, semakin bertambah. Pemukimannya selama 13 tahun di negara Arab-tempat saya berkenalan dengan dia—didahului oleh telaah beberapa tahun di Priangan, kampung halamannya, telah menyebabkan ia mencapai tingkat yang luar biasa tingginya mengenai syariat Islam untuk daerah-daerah ini. Di negara Arab maupun sesudah ia pulang ke kampong halamannya pada 1885, ia seorang guru yang dihormati dan dicintai. Beberapa karya telah diterbutkannya dalam Bahasa Arab”.

Ia menjabat sebagai penghulu di Kutaraja Aceh selama 2 tahun 9 bulan disana. Setelah itu, ia diangkat menjadi penghulu Bandung selama 20 tahun (1876-1917). Snouk pun kembali ke Belanda pada 1906. Haji Hasan Mustapa tetap menjalin komunikasi dengan C. Snouck Hurgronje. Surat terakhir tertanggal 9 Agustus 1923, beberapa tahun sebelum Haji Hasan Mustapa meninggal dunia.

Bagi Haji Hasan Mustapa, C. Snouck Hurgonje sudah seperti seorang sahabat, bahkan sudah dianggap saudara sendiri. Haji Hasan Mustapa menceritakan kesannya terhadap sahabatnya,

Baca Juga:Turki Usmani di Mata JawaJangka Sabda Palon: Ramalan Kehancuran Islam di Tanah Jawa?

“…bangsa Eropa yang bertitel Profesor Doktor, seperti mengirim surat ini adalah saudara saya berjalan selama 40 tahun…C. Snouck Hurgronje, serta terbaca sanjungan saya, ia sahabat dekat, yang saling bela selamanya ketika dekat dan jauh, meski berpisah jauh seberapa jauhnya dari Kaum Bandung tanah Priangan Jawa ke Leiden tanah Netherlands Eropa. Meski begitu sudah mesti saling bela, saling memegang (janji) ditambah saya saling memang disayangi oleh Belanda”,

Tak jarang dalam surat nya ia pun memanggil C. Snouck Hurgronje sebagai saudara sejati dan sahabat setia. Bahkan tak jarang ia menunjukan kerinduannya untuk bertemu dengan C. Snouck Hurgronje.

Sebagai Informan, selain memberikan banyak informasi terkait sosial-politik dan budaya local. Ia juga banyak menyediakan naskah-naskah lokal yang dibawa dan dikirim melalui jasa pos ke Belanda. Haji Hasan Mustapa juga berperan dalam pernikahan C. Snouck Hurgronje dengan dua putri pasundan. Sekaligus saat C. Snouck Hurgronje kembali ke Belanda, Haji Hasan Mustapa lah yang diadaulat mengurusi dan memberikan informasi perihal dua keluarga—anak-anaknya yang total berjumlah 5 orang–dari istri pertama dan istri kedua C. Snouck Hurgronje. Sesuatu yang sejak lama ‘disembunyikan’ dan sempat memicu kontoversi.

0 Komentar