‘Persahabatan’ Haji Hasan Mustapha dan Snouck Hurgronje

Buku Informan Sunda Masa Kolonial e1552469008183
Dok. Kineruku
0 Komentar

Emah adalah nama lengkap dari Emah Salamah salah seorang anak Snouck Hurgronje dari istri beranama Sangkana. Emah bersama saudara-saudarnya (Umar, aminah, Ibrahim) diasuh oleh Raden Ayu Laksimatakusuma di Ciamis setelah C. Snouck Hurgronje kembali ke Belanda tahun 1906. Raden Ayu adalah istri dari bupati Ciamis Arya Kusuma Subrata yang masih saudara dekat dengan R. H. Muhammad Taib, penguhulu Ciamis, Ayah Sangkana (Istri Snouck).

Perihal naskah-naskah nusantara yang dikirimkan ada beberapa naskah yang disimpan di UB Leiden diketahui adalah kiriman Haji Hasan Mustapa. Kontribusi Haji Hasan Mustapa adalah memfokuskan karangan tentang adat-istiadat Sunda. Yang memang diminta oleh C. Snouck Hurgronje. Hal itu disinyalir dalam konteks kepentingan politik Kolonial Belanda yang mana memfokuskan penggalian informasi pada adat istiadat asli orang Hindia Belanda dibanding Islam. Yang mana Para Orientalis lebih menempatkan kebudayaan asli diatas teks-teks Islam. Seperti tertulis pada surat berikut,

“Sedangkan permintaanmu pada Penghulu agar mementingkan kajian mengenai adat yang berlaku di masyarakat Sunda, baik masalah kepercayaan, keyakinan, atau mengenai adabnya dalam urusan muamalah yang asli sudah juga disampaikan”.

Baca Juga:Turki Usmani di Mata JawaJangka Sabda Palon: Ramalan Kehancuran Islam di Tanah Jawa?

Terlebih Haji Hasan Mustapa memiliki kemampuan untuk itu, sebagai seorang berdarah Priangan dan seorang sastrawan.

Selain perihal diatas isi surat Haji Hasan Mustapa kepada C. Snouck Hurgronje juga berisikan gambaran betapa dekat dan erat persahabatan mereka, seperti pada isi surat berikut,

“Di antara hal yang membanggakan , masih bolehnya di antara dua saudara untuk saling bermurah hati. Saya membayangkan dalam hati duduk-duduk antara saya dan engkau di sebuah tempat dimana kita mengungkapkan berbagai pikiran kita. Mereka bertanya pada kita, bagaimana kabarmu? Saya jawab, baik. Bagaimana istirahatmu? Saya jawab, sesaui dengan perasaan kehilangan saudaranya…”

Persahabatan mereka dimulai sejak pertemuan pertama 1885 bertahan bahkan hingga puluhan tahun. Menyimpan kesan dan kenangan yang tak mudah dilupakan. Bahkan hanya Haji Hasan Mustapa yang berhak mengirimkan kabar tentang keluarga C. Snouck Hurgronje di Priangan.

Simpulan

Surat-surat yang disampaikan Haji Hasan Mustapa pada kurun sekitar 30 tahun (1894-1923) memperlihatkan kedekatan Haji Hasan Mustapa dengan C. Snouck Hurgronje. Berisikan berbagai hal, mulai dari sebagai tugas penghulu, hingga urusan pribadi—keluarga C. Snouck Hurgronje.

0 Komentar