Haji Hasan Mustapa juga memperlihatkan bahwa sebagai informan, ia tidak sekedar menjadi orang yang disuruh mencari informasi. Lebih dari itu, ia menjadi sosok pemberi pertimbangan kebijakan Pemerintah Kolonial Belanda kala itu. Termasuk memasok berbagai naskah-naskah penting nusantara terutama naskah asli tanah Sunda. Ia juga berkontribusi dalam membantu Pemerintah Kolonial Belanda dalam kerangka Kolonialisme dalam hal mendalami naskah-naskah pra-Islam.
Bisa jadi bagi Haji Hasan Mustopa pekerjaannya dilakukan selain karena pemikirannya yang cukup berbeda dengan kalangan ber-background pesantren, ditambah karena kedekatannya dengan C. Snouck Hurgronje jauh sebelum ia diangkat menjadi pejabat Pemerintahan Kolonial Belanda.
Buku karangan Jajang A. Rohmana ini banyak menungkap hal-hal menarik yang sebelumnya tidak diketahui. Semakin memperjelas alur sejarah terutama prihal sejarah Kolonialisme Belanda di Nusantara. Overall, sangat menarik tuk dibaca!
Penulis : Muh Imadudin Siddiq – Founder Komunitas Literasi Islam
Sumber :
Baca Juga:Turki Usmani di Mata JawaJangka Sabda Palon: Ramalan Kehancuran Islam di Tanah Jawa?
Jajang A. Rohmana, 2018. Informan Sunda Masa Kolonial : Surat-Surat Haji Hasan Mustapa untuk C. Snouck Hurgronje dalam Kurun 1894-1923. Octopus. Yogyakarta.
Artikel ini telah dimuat di laman jejakislam.net
