CARUBAN NAGARI- Dua klub motor terlibat tawuran di Desa Bojongnegara Kecamatan Ciledug, Minggu sore (31/1/2021).
Warga Sidaresmi, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon yang geram dengan ulah mereka, berhasil mengamankan dan menangkap para pelaku yang kabur setelah bentrokan tersebut.
Kapolsek Pabedilan, Iptu Suhada mengatakan, kejadian bentrok antara dua geng motor sekitar pukul 17.20 WIB di depan pabrik garmen. Demikian diberitakan radarcirebon.com, Minggu (31/1).
Baca Juga:6 Minggu Karawang Zona Merah, Tegur Pelaku Industri, Ridwan Kamil: Penyembunyian Informasi Kategori Pasal PidanaHutan Larangan Kawasan Prabu Jambangan di Gunung Ciremai
Kriminolog Universitas Indonesia Iqrak Sulhin menyebut tawuran yang terjadi biasanya dipicu oleh kesalahan dalam pola sosialisasi dalam lingkungan sekitarnya.
Faktor lingkungan yang ada biasanya tidak mendukung mereka dalam pembentukan karakter mereka sehingga mereka ingin menunjukan eksistensi mereka namun dalam bentuk aktivitas yang salah.
“Biasanya mereka sekedar ingin menunjukkan eksistensi atau ingin mendapatkan pengakuan di lingkungannya, namun lingkungannya tidak terlalu mensupport sehingga mereka membentuk aktivitas yang berorientasi pada kekerasan,” ungkapnya dikutip dari republika.co.id, Minggu (31/1).
Sementara, Biro Investigasi Federal AS (FBI) menggolongkan geng motor yang berlaku kriminal sebagai “outlaws motorcycle club”. Geng-geng motor ini hobi menjelajahi jalanan di atas motor berukuran besar (motor gede/moge), biasanya berjenis Harley Davidson atau Chopper.
Istilah “outlaw” tidak disematkan karena anggota geng-geng motor AS pasti melakukan kejahatan, tapi mulanya karena mereka tidak tergabung dalam American Motorcyclist Association (AMA). Geng-geng motor “outlaw” pun tak mengikuti aturan main AMA karena tak jadi anggota.
Mereka menciptakan dan menjalankan aturan sendiri atas nama kebebasan. Aturan itu teramat ketat dan bangga, hingga mampu melahirkan subkultur tersendiri.
Dalam riset James F. Quinn bertajuk “Angels, Bandidos, Outlaws, and Pagans: The Evolution of Organized Crime Among the Big Four 1% Motorcycle Clubs” (2001), subkultur geng motor di AS bermula saat jutaan veteran Perang Dunia II muda pulang ke tanah air dan beberapa di antaranya merasa kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan sipil.
Baca Juga:Ingin Tahu Simbol # yang Digunakan Twitter hingga Jadi Perang Jargon?Akar Pohon Raga Sakti di Kramat Cimandung Berbentuk Seperti Ular, Mirip Pohon Harry Potter
Mereka kemudian membentuk geng moge karena memang mampu membeli kendaraan akibat ekonomi AS yang tumbuh dengan baik pasca-PD II. Nostalgia bersama rekan prajurit lain di area tempur yang penuh adrenalin disalurkan dengan bergerombol menyusuri jalanan.
