[15] Surat Kartini kepada Tn. E.C Abendanon 15 Agustus 1902. Lihat Artawijaya, 2010, Gerakan Theosofi di Indonesia, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. hlm. 69.
[16] Surat Kartini kepada Ny. Nellie van Kol 20 Agustus 1902. Lihat Pane Armijn, 2008, Habis Gelap Terbitlah Terang, Jakarta: Balai Pustaka, hlm. 192.
[17] Artawijaya, 2010, Gerakan Theosofi di Indonesia, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, hlm. 228-229.
Baca Juga:Kontroversi Jelang Kematian KartiniBangunan Ini Dijuluki ‘Makam Kesepian’
[18] Coté J., 2014, Kartini- The Complete Writings 1898–1904, Clayton: Monash University Publishing, hlm. 137. Untuk lebih mengetahui sosok Snouck Hurgronje, lihat artikel Kontroversi R.A. Kartini Pahlawan Wanita Hasil Rekayasa Belanda pada laman http://www.indonesiamedia.com/kontroversi-ra-kartini-pahlawan-wanita-hasil-rekayasa-belanda/
[19] Artawijaya, 2010, Gerakan Theosofi di Indonesia, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, hlm. 218.
[20] Ibid.
[21] Ibid, hlm. 219. Teosofi dan Freemansonry adalah cikal bakal Pluralisme Agama, lihat artikel Dari Teosofi ke Pluralisme Agama pada laman https://insists.id/dari-teosofi-ke-pluralisme-agama/
[22] Coté J., 2014, Kartini- The Complete Writings 1898–1904, Clayton: Monash University Publishing, hlm. 137.
[23] Sijthoff, 22 tahun di atas Kartini, belum menikah dan tinggal dengan ibu dan saudara perempuan serta keponakannya. Keluarga itu mula-mula ramah terhadap Kartini, namun kemudian berubah karena mengira kalau putri bupati itu menaksir Sijthoff sebagai calon suami. Diakses dari https://historia.id/politik/articles/ketika-kartini-menggugat-snouck-hurgronje-vxGnJ pada 21 April 2021
[24] Surat Kartini kepada Ny. Abendanon 18 Februari 1902. Lihat Coté J., 2014, Kartini- The Complete Writings 1898–1904, Clayton: Monash University Publishing, hlm. 324
[25] Diakses dari https://historia.id/politik/articles/ketika-kartini-menggugat-snouck-hurgronje-vxGnJ pada 20 April 2020.
[26] Disarikan dari surat Kartini kepada Ny. Abendanon 27 Maret 1902. Lihat Coté J., 2014, Kartini- The Complete Writings 1898–1904, Clayton: Monash University Publishing, hlm. 339-44
[27] Ibid, hlm. 354
[28] Artawijaya, 2010, Gerakan Theosofi di Indonesia, Jakarta:Pustaka Al-Kautsar, hlm. 232. (*)
