Selusur Nama Santang dan Sancang

Kramat Talun
Kramat Talun Cirebon sebagai Makam Prabu Cakrabuana
0 Komentar

Ada pun wanua adalah wilayah kecil yang dipimpin oleh seorang rama (bapak desa), dan gabungan dari sejumlah wanua disebut watak di mana namanya diberikan pada raka. Dewan yang terdiri atas para rama disebut karaman (arti harfiahnya “tanah para rama”). 

Kembali kita lihat gelar Raka i Mataram Sang Ratu Sanjaya yang bisa kita terjemahkan raka dari Mataram yang bernama Ratu Sanjaya. Sangat jelas bahwa Sanjaya adalah nama pribadinya, ia seorang raka di Mataram dan juga bergelar Ratu atau Raja Sanjaya. Di Tatar Sunda, menyebutnya sebagai “Rakai Sanjaya” atau “Rakyan Sanjaya”. Gelar Raka atau Rakryan diikuti nama tempat, bukan nama pribadi. Raka i Mataram diterjemahkan Raka di Mataram. Jadi yang benar penyebutannya Raka i Mataram, Sang Ratu Sanjaya. Jadi tidak mungkin penyebutannya Raka i Sanjaya yang diterjemahkan Raka di Sanjaya. Aneh bukan? Karena Sanjaya bukan nama tempat, tetapi nama peibadinya. Hal inilah yang membuat kita bingung bila membandingkan nama-nama rakai atau rakryan pada raja-raja Sunda dan galuh. 

Cukup banyak nama penguasa dan raja Jawa yang bergelar raka, misalnya Raka i Pikatan (Raka dari wilayah Pikatan). Raka i Pikatan (Raka dari wilayah Pikatan) dan Raka i Mataram Sang Ratu Sanjaya (raka dari Mataram yang bernama Ratu Sanjaya). Nama-nama lainnya Raka i Panangkaran, Raka i Panunggalan, Raka i Warak, Raka i Garung, Raka i Pikatan, Raka i Kayuwangi, Raka i Watuhumalang, Raka i Watukura Dyah Balitung, Raka i Layang Dyah Tulodong, Raka i Sumba Dyah Wawa dan lain sebagainya. 

Baca Juga:Bukan Palestina, Usulan Jurnalis Berdarah Yahudi Didirikan di UgandaKeluarga Sultan Amir Sena Islah Membangun Cirebon

Dan jika seorang raka telah diberi gelar maharaja, gelar rakai atau rake lazimnya tetap digunakan, misalnya pada Sri MaharajaRaka i Kayuwangi yang berarti bahwa penguasa ini sebelum bergelar raja merupakan raka dari Kayuwangi. Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung dapat kita kenali dari namanya bahwa ia seorang Raka di Watukura bernama Dyah Balitung. Selnjutnya nama itu diiikuti gelarnya menjadi: Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung Sri Dharmodaya Mahasambu.

0 Komentar