Selusur Nama Santang dan Sancang

Kramat Talun
Kramat Talun Cirebon sebagai Makam Prabu Cakrabuana
0 Komentar

Daftar susunan raja-raja Sunda dan Galuh berdasarkan beberapa sumber. Diataranya bisa didapatkan dari sumber primer berupa prasasti dan sebagian lagi berasal dari sekunder berupa naskah lontar dan sumber tersier berupa Babad. Kemudian disusun oleh beberapa pihak menjadi tabel nama-nama yang dilengkapi masa kurun waktu pemerintahannya.

Berikut penulis ambil contoh sebagian dari daftar raja-raja Galuh

  1. Wretikandayun (Rahiyangta ri Menir, 612-702)
  2. Mandiminyak atau Prabu Suraghana (702-709)
  3. Sanna atau Séna/Sannaha (709-716)
  4. Purbasora (716-723)
  5. Rakeyan Jambri/Sanjaya, Rakai Mataram/Harisdarma (723-732);
  6. Tamperan Barmawijaya (732-739)
  7. Sang Manarah (739-746)
  8. Rakeyan ri Medang (746-753)
  9. Rakeyan Diwus (753-777)
  10. Rakeyan Wuwus (777-849)

Sementara menurut Naskah Wangsakerta daftar lengkap raja-raja yang bertahta di Kerajaan Galuh antara lain:

  1. Sang Wretikandayun (534-592) Saka (S)/ (612/3-670/1) M (Masehi) sebagai Raja Galuh.
  2. Sang Mandiminyak/ Suraghana (624-631) Saka/ (702/3-709/10) M.
  3. Sang Senna atau Sanna, 631-638 Saka/ (709/10-716/7) M.
  4. Sang Purbasura (638-645) Saka/ (716/7-723/4) M.
  5. Sang Sanjaya, Rakai Mataram (645-654) Saka/ (723/4-732/3) M, sebagai Maharaja Galuh dan Sunda.
  6. Sang Tamperan (654-661) Saka/ (732/3-739/40) M sebagai Maharaja Galuh dan Sunda.
  7. Sang Manarah (661-705) Saka/ (740-784), sebagai penguasa Galuh.
  8. Sang Manisri (705-721) Saka/ (783/4-799/800) Masehi sebagai raja Galuh.
  9. Sang Tariwulan (721-728) Saka/ (799/800-806/7) sebagai raja Galuh.
  10. Sang Welengsa (728-735) Saka (806/7-813/4) M sebagai raja Galuh.

Selain itu ada gelar prabu (perbu atau prebu) sebagai raja kecil dan bila memimpin beberapa prabu bawhan bergelar Mahaprabu. Pun demikian dikenal pula istilah raja untuk wilayah (vassal) dan Maharaja untuk pemimpin para raja.  Daftar nama raja di atas adalah nama yang sering kita lihat disingkat atau disederhanakan oleh para penulisnya. Akibatnya satu sama lain dari susunan nama-nama itu nampak sepert berlainan. Contoh kita amati nama yang paling awal yaitu Sang Wretikandayun. Apakah ini gelar dan nama pribadinya? 

Baca Juga:Bukan Palestina, Usulan Jurnalis Berdarah Yahudi Didirikan di UgandaKeluarga Sultan Amir Sena Islah Membangun Cirebon

Sumber acuan yang bisa kita gunakan adalah Naskah Lontar Carita Parahyangan. Kita bisa membandingkan nama-nama yang beredar dengan Rahyang Ta ri Menir Maharaja Suradarma Jayaprakosa Sang Wretikandayun. Kita dapat membacanya seorang Rahyang di Menir (suatu tempat/wilayah) dan bergelar Maharaja Suradarma Jayaprakosa Sang Wretikandayun. Lalu siapa nama pribadinya? ia bernama Daniswara semasa kecilnya.

0 Komentar