Bagaimana dengan nama Kian Santang? apakah Santang adalah nama pribadinya? Apakah benar Kian Santang adalah penyebutan keliru dari Kian Sancang?Â
Analisis asal-usul kata (etimologis) ‘Santang’ maupun ‘Sancang’ harus dilakukan terlebih dahulu. Seperti pemaparan di atas bahwa gelar Rakian atau Kian diikuti nama tempat. Kita dapat mengenai bahwa ‘Sancang’ adalah nama sebuat tempat di Garut Selatan di pesisir Laut Kidul. Sementara “Santang” tidak kita ketahui bahwa nama itu adalah nama sebuah tempat. Kian disebutkan sebagai singkatan dari “rakian-rakeyan-rakryan” yang dianggap setara dengan kata “raden” dalam bahasa Jawa Baru.Sebenarnya ada perbedaan diantara keduanya. Bila rakryan diikuti nama tempat, sedangkan raden diikuti nama pribadi.
Nama rakryan atau rakyan/rakeyan atau Rakian pada zaman Sanjaya tidak disingkat menjadi “Kian” tetapi menjadi “Rakai” atau “Rake”. Namun dalam Naskah Cariosan Prabu Siliwangi mengenal penyingkatan nama Rarkyan dan Skayan menjadi kyan atau kian atau ken yang digunakan sebagai gelar bagi seorang laki-laki atau perempuan. Gelar Kian atau ken kemudian muncul di Jawa Timur yang kita kenal dengan nama-nama seperti Ken Angrok, Ken Dedes, ken Umang dan lain-lain.
Baca Juga:Bukan Palestina, Usulan Jurnalis Berdarah Yahudi Didirikan di UgandaKeluarga Sultan Amir Sena Islah Membangun Cirebon
Setelah Kian Santang, kenapa di zaman sesudahnya tidak ada lagi tokoh yang menggunakan gelar kian? Demikian pula gelar Ken di Jawa Timur pasca zaman ken Angrok tidak muncul lagi.Jika Kian Santang berasal dari nama gelar rakryan atau rakyan/rakeyan atau Rakian, maka seharusnya disebut pula sebagai “Rakai Santang” seperti pendahulunya yaitu Rakai Sanjaya. Di masa setelah Rakai Mataram Sang ratu Sanjaya, maka para penggantinya di Kerajaan Mataram Hindu. Jika Kian adalah sebuah gelar, berarti nama pribadinya adalah Santang (?).
