Kedua, Rakeyan Jambri/Sanjaya, Rakai Mataram/Harisdarma. Penulisan nama ini membingungkan. Rakeyan (rakryan) Jambri seharusnya dapat dibaca sebagai ‘Raka di Jambri’. Pertanyaannya apakah jambri nama sebuah tempat? Sementara penulisan Rakai Mataram sudah benar. Harisdarma mungkin adalah nama kecilnya.
Selanjutnya ada nama-nama Rakeyan ri Medang, Rakeyan Diwus, Rakeyan Wuwus. Rakeyan ri Medang dapat kita baca sebagai Raka di Medang (nama wilayah). Rakeyan Diwus, adalah seorang Raka di Diwus atau Raka di Wus? apakah sama dengan Rakeyan Wuwus?
Namun ada beberapa nama raja yang dapat ditelusuri dan akhirnya dimengerti. Diantaranya raja Sunda ke-5 yaitu Rakeyan Medang Prabu Hulukujang (766-783) dapat dibaca sorang Raka dari Medang bergelar Prabu Hulukujang. Kemudian kita dapat memperbaiki penamaan Rakeyan Wuwus di atas yaitu Rakeyan Wusus Prabu Gajah Kulon atau aya yang menulisnya Prabu Gajah Kulon Rakeyan Wuwus (819-891). Dan berikut nama-nama yang benar penulisannya hingga dapat kita baca perjalanan kariernya yaitu: Rakeyan Kemuning Gading Prabu Pucukwesi (913-916), Rakeyan Jayagiri Prabu Wanayasa (916-942), Prabu Jayagiri Rakeyan Wulung Gadung (973-989), Rakeyan Jayagiri Prabu Ménakluhur (1155-1157), Rakeyan Saunggalah Darmasiksa Prabu Sanghyang Wisnu (1175-1297).
Baca Juga:Bukan Palestina, Usulan Jurnalis Berdarah Yahudi Didirikan di UgandaKeluarga Sultan Amir Sena Islah Membangun Cirebon
Kian Santang dalam kisah Babad Wawacan Keyan Santang atau Wawacan prebu Keyan Santang, memberikan informasi bahka gelar kian atau kean berasal dari kata rakeyan/rakryan atau rakai. Namun, kita belum bisa mengidentifikasi bahwa Santang adalah nama sebuah tempat atau wilayah. Jika mengacu pada pemaparan di atas bahwa nama Rakryan atau Kian diikuti nama tempat. Apakah harus demikian? Jika merujuk pada naskah Cariosan Prabu Siliwangi yang ditulis pada tahun 1435 M, terdapar gelar rakryan dan sakyan. Gelar rakryan untuk laki-laki dan sakyan untuk perempuan. Contoh dalam naskah itu menyebutkan Sakyan Ambetkasih dan Sakyan Kentring Manik Mayang Sunda. Apakah gelar itu langsung diikuti nama pribadinya? sepertinya tidak. Nama Ambetkasih dan Kentring Manik Mayang Sunda terlihat sebagai nama gelar bukan nama pribadinya. Ambetkasih dapat dimaknai wanita dari negeri Sindangkasih dan Kentrik Manik Mayang Sunda dapat dimaknai sebagai permata dari negeri Sunda (maksudnya putri Sunda). Keduanya menunjukkan nama wilayah.
