Menelusuri Nisan Bertuliskan Arab di Kompleks Makam Blok Wuni Desa Dawuan Cirebon

Batu nisan di Kompleks Pemakaman Umum Blok Wuni Desa Dawuan bertuliskan lafadz \"La ilaha illallah muhammadur r
Batu nisan di Kompleks Pemakaman Umum Blok Wuni Desa Dawuan bertuliskan lafadz \"La ilaha illallah muhammadur rasulullah\" yang ditulis dengan cara diukir. Sedangkan, di bagian batu nisan lainnya terdapat sebuah nama.
0 Komentar

ADA sejumlah peninggalan bercorak Islam di Indonesia yang saat itu masih dikenal dengan Nusantara. Contohnya adalah makam.

Makam yang merupakan tempat peristirahatan terakhir bagi manusia setelah meninggal dunia lalu dikuburkan. Biasanya, untuk makam-makam tertentu atau makam para tokoh yang tersohor akan dijadikan tempat ziarah.

Di Indonesia sendiri, berkembangnya Islam ini meninggalkan bukti-bukti baik dalam hal budaya maupun tradisi. Peninggalan tersebut misalnya saja berupa bangunan sekitar makam yang memiliki karakteristik pada arsitektur.

Baca Juga:Perjalanan Kabupaten Cirebon Timur dari Prabu Amuk Marugul hingga Kawasan Cultuurstelsel 1830Tradisi Ritual Tahunan Muludan di Situs Balong Kramat Tuk Cirebon

Seperti yang dijelaskan dalam buku Wahana Ilmu Pengetahuan Sosial karya Novi Listyandari dkk, biasanya makam tersebut membentuk suatu kompleks. Contohnya makam Sunan Giri, Sunan Drajat, Sunan Muria, dan Raja-raja Mataram di Imogiri Yogyakarta. Makam tersebut memiliki ciri khas yang membentuk suatu kompleks.

Ciri yang menonjol pada makam peninggalan Islam lainnya yaitu biasanya memiliki kijing (jirat), nisan, dan cungkup. Berikut ini penjelasannya :

  • Kijing (jirat) merupakan suatu bangunan dari batu yang berbentuk persegi panjang, yang mana memiliki arah lintang utara ke lintang selatan
  • Nisan, merupakan dua buah tonggak yang berukuran pendek biasanya terbuat dari batu yang ditanam di atas gundukan tanah sebagai tanda kubur. Kedua nisan itu akan dipasang di ujung utara dan ujung selatan makam. Biasanya pada nisan juga terdapat huruf Arab yang berbentuk kaligrafi
  • Cungkup, merupakan sebuah bangunan yang mirip dengan rumah dan letaknya berada di atas kijing (jirat).

Bukan hanya itu saja, pada makam kuno biasanya juga dapat memiliki suatu nilai budaya yang sangat tinggi. Bagi tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam perkembangan Islam di Indonesia sendiri misalnya, biasanya pada makam akan didirikan kubah yang sangat indah dan megah.

Mengenai makam yang diberikan kijing (jirat) atau cungkup ini sebenarnya tidak ada aturan khusus di dalam islam yang membahas mengenai kedua hal tersebut. Pada buku Sejarah karya Habib Mustopo dijelaskan bahwasannya ciri dari cungkup dan kijing ini merupakan peninggalan pada masa Hindu.

Hal itu dikarenakan, pada saat wali songo menyebarkan agama Islam di Jawa tidak menghilangkan unsur dan kebiasaan dari masyarakat di Nusantara. Pada saat itu juga, kebanyakan masyarakat masih menganut agama Hindu atau bahkan kepercayaan lokal setempat.

0 Komentar