Mengungkap Diagram Magis di Tanah Sunda

Batu Yantra I
Batu Yantra I Foto: Mochamad Ficky Aulia - nusaputra.ac.id
0 Komentar

Baca: Apa Kabar Sunda Wiwitan?

Ada dua permasalahan seputar ini yang diungkapkan Jakob Sumardjo dalam “Khazanah-Pantun Sunda” (2009:373). Ia menjelaskan bahwa Tantra adalah ajaran rahasia di lingkungan yang ekslusif pada zamanHindu-Budha di Indonesia. Dengan kata lain, ajaran ini berlangsung di lingkungan kaum intelektual. Dan di Jawa Tantra dikenal sebagai “Agama Budha” yang merupakan perpaduan Shiwa dan Bhudisme. Sistem Hindu di Indonesia sendiri sangat berbeda jauh dari negri asalnya, India. Hal ini terjadi akibat adanya proses sinkretisme antara ajaran Hindu-Budha dan agama lokal yang begitu kuat dan telah lama berada di tanahnya. Mereka mempercayai yang tunggal, namun pula tidak mene-lantarkan sebuah konsepsi manifestasi.

Pada penganut Hindu Saiwa, (penyembah Dewa Shiwa) dianggap yang tunggal sebagai perwujudan tanpa rupa, tanpa warna, tanpa rasa, tanpa bau, tanpa sabda, tanpa raba, dan tanpa penyakit. Jakob kemudian menjelaskan yang Tunggal itu adalah kosong-halus-mutlak (Sukma Sunya). Kemudian muncul pertanyaan bagaimana menyembah Yang Kosong Mutlak? Maka berkembanglah ajaran tentang perwujudan Shiwa. Inilah bibit dari paham emanasi di Indonesia.Hal kepercayaan yang sejatinya abstrak, dalam perkembangannya justru menjaditubuh institusi itu sendiri yang terpecah namun satu.

Masing-masing terbagi atas kepercayaan Dewa yang melindunginya. Di antaranya yaitu Agama Saiwa (Shiwa), agama Waisnawa (Wisnu), dan agama Sakta (sakti). Ini berimbas pada pola kosmologi mereka masing-masing yang cenderung banyak sekali penamaan secara kompleks.Letak yang kerap kali membingungkan sebenarnya adalah di sebuah konsepsi manifestasi pendewaan. Ketika Dewa Shiwa adalah seorang Batara Guru di Indonesia, dan Dewa Indra adalah Dewa tertinggi daridewa-dewa, namun periode yang lebih tua menyatakan bahwa Indra merupakan manifestasi dari Shiwa. Dan Shiwa sendiri memiliki ratusan jumlah nama.

Baca Juga:Lukisan Pedagang Garam Suku Maya Kuno, Cirebon Tambak Garam Rakyat TerluasMuhammadiyah Resmi Subuh Mundur 8 Menit

Batu Nyantra sebelum dipindahkan ke Museum Sribaduga (yang sebelumnya bernama MUSKALA) ditemukan di daerah Tapos, kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Namun informasi di lapangan memunculkan beragam lokasi di antaranya tepi-ansungai Cisadane, Ciaruteun, Cinangneng, dan Ciampea. Warga setempat melalui kuncen mewartai artefak tersebut ditemukan di muara. Dalam kompleks sungai itu, terdapat artefak-artefak lain yang masih diletakkan di sana (in-situ), seperti prasasti Kebon Kopi, Batu Tulis Ciaruteun danBatu Muara. 

0 Komentar