Mengungkap Diagram Magis di Tanah Sunda

Batu Yantra I
Batu Yantra I Foto: Mochamad Ficky Aulia - nusaputra.ac.id
0 Komentar

Satu titik yang di dalamnya memiliki tiga titikyang diurai, namun tetap satu entitas dalam ruang yang berbeda. Adapun bentuk yang dihadirkan dalam wujud visual maupun difungsikan ke dalam wujud meditasi, Tantris membentuk sinergi kosmik yang “bahan dasarnya” merupakan berasal dari bentuk Bindu. Bentukhasilnya merupakan sebuah representasi sebuah bentuk bentuk alam. Penguraian Adjit mookerjee dapat masuk ke dalam pembahasan ini, titik yang telah menjadi karakter adalah sebagai berikut: 

Pada praktek meditasi Yoga pun demikian, bagaimana meditasi membuat kesan untuk memanggil sang Dewa. Bindu terletak di dada, sebagai pusat pemancaran ke delapan arah, persis seperti apa yang tertera pada motif daun teratai. Dan inilah sifat dari Mandala. Baik ditubuh, pembacaan semesta maupun diagram magis.

Dalam dunia senirupa titik adalah suatu pijakan awal untuk menjadi garis, bentuk dan ruang. Gambaran titik bisa sekecil mungkin, bahkan paradoksnya, titik besar adalah ruang, akan tetapi masih dapat disebut titik juga. Karena titik dapat meruang secara menyeluruh. Ini dapat menjadi sebuah analogi dari konsep Bindu pada Mandala. Hal ini diperjelas kemudian oleh Amrizal Selayan –seorang pengajar sekaligus pematung asal Minang, pada tanggal 4 Agustus 2013 di kediamannya, dalam wawancara itu beliau merespon soal titik :

Baca Juga:Lukisan Pedagang Garam Suku Maya Kuno, Cirebon Tambak Garam Rakyat TerluasMuhammadiyah Resmi Subuh Mundur 8 Menit

“Perkembangan ruang dalam rupa berbalik arah kembali kepada esensi titik, bagaimanapun titik atau masagi merupakansuatu esensi yang dapat meruang sekaligus.”

Padma

Padma atau teratai merupakan salah satu elemen motif pada Batu Nyantra I, yang menempel atau menginduk pada lingkaran pusat atau Bindu. Teratai direpresentasikan sebagai simbol dari kehidupan yang abadi, seperti roda aturan dalam kosmologi Hindu-Budha. Disebutkan pada The Art of Tantra, (1993;126), Philip Rawsonmenjelaskan bahwasanya teratai merupakan sebuah bentuk representatif dari kemurnian kosmik. Penulis melihathubungan ini terjalin antara satu sama lain dengan energi kosmos yang bersatu, antara teratai dan air. Padma sendiri sebenarnya merupakan sebuah produk pemikiran ajaran Budha, yang dianggap tempat di mana para Dewa Dewi bersemedi. Dalam Padma, terdapat sebuah getah dalam bunga, yang bernama ambrosia, di istilah dan mitos timur berjulukan Amerta, dalam mitos ini jika air tersebut diminum, akan menjadi Bodhi, manusia kekal, yang telah tuntas dalam tahapan spiritual tertinggi. Teratai tumbuh di atas air, ini terkait dengan penemuan Batu Nyantra yang ditemukan di sekitaran sungai.

0 Komentar