Mengungkap Diagram Magis di Tanah Sunda

Batu Yantra I
Batu Yantra I Foto: Mochamad Ficky Aulia - nusaputra.ac.id
0 Komentar

Jika itu sebatas kemungkinan, maka perlu adanya respon yang menolak untuk kemungkinan tersebut melalui kemungkinan lainnya, Aulia sendiri tidak melihatnya begitu. Karena letaknya bisa begitu teratur antara dakon dan motif. Maka kemungkinan tersebut merupakan suatu pen-gaplikasian dari penjelasan kosmos secara metafor bahwa adanya dunia lain selain manusia di atas sana.

Dakon pada batu kedua merupakan bentuk lain dari Yoni, seharusnya terdapat pasangannya yaitu lingga yang berbentuk semacam bola, yang kemudian diletakan di atas cekungan tersebut saat ritual. Ini tidak seperti dakon yang lain, yang fungsinya sebagai tempat sesaji.Agus Aris Munandar menanggapinya secara cendikiabahwa semuanya bisa terjadi dan berfungsi lebih dari itu, karena bisa terkait dengan keastrologian, sebagai alat untuk menentukan sesuatu yang berkaitan dengan waktu. Namun, belum ada penjelasan yang merucut ke dalam dunia astrologi.Ditambah tidak diketemukannya Sang Lingga.

Adapun kesimpulan dari uraian analisis adalah proses budaya begitu panjang dan rumit, suatu kepercayaan yang ada begitu saja tidak terlepas dari kualitas kehidupan masyarakatnya yang juga tumbuh berkembang. Kesadaran sesungguhnya adalah sebuah kesederhanaan dalam kerumitan. Tradisi Tantra di Indonesia telah hilang, namun unsurnya masih terdapat di pola kehidupan sehari-hari manusianya. Bagaimana masyarakat kita masih mempercayai hal-hal mistis di segi yang sangat materalistis. Bagaimanapun pergerakan budaya tidak lepas dari catatan sejarah.

Baca Juga:Lukisan Pedagang Garam Suku Maya Kuno, Cirebon Tambak Garam Rakyat TerluasMuhammadiyah Resmi Subuh Mundur 8 Menit

Lalu kesimpulan mengenai batu ialah bahwa keduanya merupakan sebuah unsur Mandala dalam arti Diagram Magis, akan tetapi, dalam klasifikasinya, Batu I yang bernama Batu Nyantra, merupakan produk benar atas artinya yang berasal dari Yantra dan Batu ke II lebih tepat dengan nama Batu Cakra. Mengingat keduanya memiliki fungsi untuk memanggil Dewa-dewa yang ditujunya. Batu Nyantra I merupakan bentuk atau alat yang digunakan untuk persembahan Dewa Shiwa.

Sedangkan Batu II, merupakan Batu Cakra yang erat kaitannya dengan Wisnu.Batu-batu tersebut memiliki kaitan erat dengan alam, karena masyarakat setempat menganut yang beraliran Wajrayana atau menginduk pada HinduSaiwa, cendurung memiliki paham monisme naturalistik. Sejajar dengan ditemukannya batu tersebut di sekitaran Sungai. Ini terkait dengan mitos-mitos Gunung Meru dan Air Amerta. Ini mendukung berdirinya sebuah makna terhadap motif tersebut. Namun letak kecacatan ialah ketika posisi batu tersebut saat ditemukan. Tidak ada sama sekali informasi tentang ini.

0 Komentar