Batu Nyantra II memiliki garis nasib yang lebih hilang, tidak ada informasi sedikitpun mengenainya, baik dari pihak Sribaduga, warga setempat, bahkan para ahli sekaligus. Belum lagi terjadi pemekaran wilayah oleh peerintah setempat, yang berimbas pada perubahan nama-nama kawasan. Daerah Ciampea yang dahulu, telah berganti nama menjadi Cibungbulang, yang merupakan ba-gian dari kecamatan Tapos. Adapun hal yang sedi-kit melegakan hanya sebatas dugaan dari Badan Arkeologi Bandung yang mengkelaskan kemungkinan Batu Nyantra II tak jauh dari kompleks sungai sungai tersebut.Â
Batu Nyantra I
Sebelum memulai pembedahan, penulis coba memberi gambaran sedikit informasi tentang hal-hal terkait pengkajian batu pertama ini. Yang akan dilakukan untuk menganalisisbatu Nyantra I ini adalah melalui motif yang memiliki elemen-elemen yang merujuk pada makna tertentu, sehingga terbangun suatu interpretasi yang terhubung antara visual dan kajian budayanya.Profesor Saleh Danasasmita, selain salah sa-tu tokoh yang menemukan kembali batu ini di tepian sungai, ia pula pernah menganalisis kualitas yang terdapat pada motif batu Nyantra I pada tahun 1982. Kajian Danasasmita menjadi stimulus untuk menelusuri motif batu Nyantra, dan rupanya ini bisa menjadi sebuah kajian kritis dalam rangka merespon catatan sejarah.
Batu pertama ini tergolong bebatuan berjenis terasit, jenis yang terdapat di sepanjang aliran sungai Cisadane. Dimensi 45x 35cm, dengan jari-jari lingkaran 15,5cm. Diyakini merupakan warisan dari pra Kerajaan Pajajaran, yaitu zaman Tarumanegara yang terakhir, sekitar abad ke tujuh saat Maharaja  Purnawarman. Karena sejak abad ke empat, Tarumanegara masih didominasi kepercayaan lokal.Â
Bindu
Baca Juga:Lukisan Pedagang Garam Suku Maya Kuno, Cirebon Tambak Garam Rakyat TerluasMuhammadiyah Resmi Subuh Mundur 8 Menit
Ialah titik pusat di tengah yang terbentuk oleh motif bunga teratai. Bindu bukanlah motif yang tercerai dari motif lain, melainkan motif yang terbentuk atas motif/garis. Secara harfiah Bindu;Bindhu adalah suatu titik pusat, dalam istilah Sunda disebut Masagi –bagaimana lingkaran mampu membentuk persegi. Bulat bermakna kesempurnaan, kebebasan mutlak, kebenaran sejati, tak berwaktu-tak beruang, kosong atau dengan kata lain sebuah titik Atma atau Ke-Ilhian. Dan kotak sama sisi ialah representasi dari ke-imanenan.Bindu merupakan konsep kosmologis, bagaimana semesta tercipta.
