Menelusuri Nisan Bertuliskan Arab di Kompleks Makam Blok Wuni Desa Dawuan Cirebon

Batu nisan di Kompleks Pemakaman Umum Blok Wuni Desa Dawuan bertuliskan lafadz \"La ilaha illallah muhammadur r
Batu nisan di Kompleks Pemakaman Umum Blok Wuni Desa Dawuan bertuliskan lafadz \"La ilaha illallah muhammadur rasulullah\" yang ditulis dengan cara diukir. Sedangkan, di bagian batu nisan lainnya terdapat sebuah nama.
0 Komentar

Batu nisan di Kompleks Pemakaman Umum Blok Wuni Desa Dawuan bertuliskan lafadz “La ilaha illallah muhammadur rasulullah” yang ditulis dengan cara diukir di dalam motif purnama sidhi kemungkinan besar merujuk pada nisan dari era Kesultanan Mataram Islam, menghadap ke kaki jenazah. Sedangkan, di bagian batu nisan lainnya terdapat sebuah nama.

Telah diketahui, Dawuan adalah tanah perdikan yang meliputi wilayah Rancang, dengan luas sepanjang sisi selatan jalan raya Cirebon Bandung dari Desa Dawuan hingga Desa Kedung Jaya. Saat ini, hanya satu blok, nama ini tersemat pada salah satu blok di Desa Dawuan. Kemudian, Rancang Kawat, sekarang wilayah Desa kemalaka. Lalu, Sina Rancang, terletak di sisi Situ Patok dan menjadi nama Desa Sina Rancang.

Berdasar budaya tutur masyarakat, saat itu Ki Buyut Muji, seorang ulama dan ahli pengairan yang diberi tugas khusus oleh Kesultanan Kasepuhan masa Sultan Sepuh I Sultan Raja Syamsudin Martawidjaja. Saat itu, terdapat persoalan pembangunan waduk yang tak pernah selesai. Konon, pihak belanda pernah mengonsultasikan masalah tersebut dengan Sultan Cirebon. Selepas pertemuan, Sultan memanggil dan memerintah Ki Buyut Muji untuk menyelidiki sekaligus menuntaskan persoalan tersebut.

Baca Juga:Perjalanan Kabupaten Cirebon Timur dari Prabu Amuk Marugul hingga Kawasan Cultuurstelsel 1830Tradisi Ritual Tahunan Muludan di Situs Balong Kramat Tuk Cirebon

Atas perintah Sultan, ia langsung berangkat ke Situ Patok. Ki Buyut Muji melihat seekor ular naga raksasa di tengah pembangunan danau. Ia menghampiri ular naga raksasa yang kemudian dikenal bernama Naga Raja, penguasa wilayah waduk tersebut.

Akhirnya, Ki Buyut Muji dapat menaklukan Naga Raja dan dimasukkan ke dalam wadah tembakau miliknya untuk diperlihatkan kepada Sultan. Atas keberhasilannya itu, Ki Buyut Muji mendapat hadiah dari Sultan berupa tanah perdikan, di wilayah Dawuan.

Lantas, siapa sosok di batu nisan tersebut?

0 Komentar