Kudeta Purbasora di Kerajaan Galuh

1200px Cangkuang 4
Candi Cangkuang, salah satu warisan era Galuh (Wikimedia Commons)
0 Komentar

Tetapi pengangkatan Senna sebagai raja Galuh tersebut tidak diterima oleh Purbasora, anak Sempakwaja dengan Pohaci RababuPurbasora bersiap melakukan penyerangan namun rencana itu rupanya diketahui oleh Senna.

Senna pun lalu mengundang tentara Sunda untuk membantunya menghadapi Purbasora. Namun Purbasora mengetahui rencana itu. Dengan dukungan pasukan pimpinan Ki Balagantrang (sepupunya) beserta pasukan dari Kuningan, Purbasora dengan cepat menduduki Galuh pada tahun 716 M. Dalam situasi yang kalut seperti itu, Senna berhasil meloloskan diri ke Gunung Merapi – Jawa Tengah, di mana ibunya, Dewi Parwati menjadi raja di Kalingga Utara (Bumi Mataram).

Tahun 716, Prabu Purbasura naik tahta di Kerajaan Galuh dalam usia 73 – 80 tahun (716 – 723 Masehi) Raja Galuh ke 4,  bersama permaisuri yang bernama Citra Kirana, dengan gelar Prabu Purbasura Jayasakti Mandraguna.

Baca Juga:Dimanakah Makam Istri Prabu Siliwangi, Nyai Subang Larang?Teka-Teki Pulau Jawa Versi Marcopolo

Sanjaya putra Prabu Bratasenawa (Senna) dan Sanaha menaruh dendam kepada Purbasora, karena dulu telah merebut tahta Galuh dan mengusir Sena, ayahnya. Dendam ini diwujudkan dengan merencanakan perebutan Galuh kembali dengan membunuh Purbasura. Mula-mula Sanjaya pergi ke Denuh (sekarang di Tasikmalaya Selatan) untuk menemui Rajaresi Wanayasa Rahyang Kidul yaitu pamannya Rahyang Jantaka. Maksudnya ialah agar Wanayasa bersedia membantu menggulingkan Purbasora dan diganti oleh Aria Bimaraksa atau Balangantrang, putra sulung Resiguru Wanayasa. Tapi ia menolak. Ia memilih bersikap netral.

Lalu Sanjaya berangkat ke Rabuyut Sawal dengan maksud yang sama. Setelah mendapat ijin, maka gunung Sawal dijadikan markas tentara untuk menyerang Galuh. Pada tahun 723 M Sanjaya yang kini mempunyai kekuasaan besar itu bersiap menyerbu Galuh yang dianggap telah merebut kekuasaan ayahnya, Senna. Persiapan itu dilakukan Sanjaya di Gunung Sawal sekitar 17 km dari Galuh.

Dengan angkatan bersenjata yang terlatih, maka pada tengah malam, angkatan bersenjata Sanjaya berhasil masuk ke keraton Galuh dan Prabu Purbasora tewas pada tahun 645 Caka (747 Masehi). Dalam penyerbuan itu seluruh penghuni keraton gugur. Aria Bimaraksa atau yang juga menyaksikan kejadian ini. Balagantrang dapat meloloskan diri dan kemudian bersembunyi di Geger Sunten (Kampung Sodong Desa Tambaksari Kecamatan Rancah, Ciamis). Pada tahun itu pula Sanjaya menghancurkan Indraprahasta (isteri Purbasora. berasal dari sini).  Aria Bimaraksa (Balangantrang) kemudian bermukim di Geger Sunten.  Kelak dari tempat ini menjadi bencana yang menimpa keluarga Sanjaya.

0 Komentar