CARUBAN NAGARI-Kerajaan Galuh didirikan oleh Wretikandayun. Wretikandayun dinobatkan menjadi raja Kendan pada tanggal tanggal 14 suklapaksa Caitra-6-534 Caka atau 23 maret 612 M, dengan gelar Maharaja Suradarma Jayaprakosa. Setelah naik tahta Rajaresi Wretikandayun memindahkan ibukota kerajaan dari Kendan ke tempat yang baru yang diberi nama Galuh.
Sang Wretikandayun memiliki permaisuri yang bernama Dewi Manawati atau Candraresmi, dalam Naskah Carita Parahyangan disebut “Pwah Bungatak Mangalengale”. Ia puteri dari Resi Makandria (pendeta Hindu). Konon, Resi Makandria (Markandria) adalah sosok penyebar agama Hindu juga di pulau Bali (Goh Nusa). Sebagai permaisuri, Manawati diberi gelar Candraresmi. Dari pernikahannya itu, mereka dikaruniai beberapa orang anak, antara lain :
- Sempakwaja, lahir tahun 620 kemudian menjadi raja dan resiguru di Kerajaan Galunggung.
- Jantaka, lahir tahun 622 kemudian menjadi raja dan resiguru di Kerajaan Denuh.
- Jalantara atau Amara atau Mandiminyak, lahir tahun 624.
Untuk menggantikan kekuasaannya, Wretikandayun menunjuk Jalantara/Amara/Mandiminyak sebagai putera mahkota, hal ini terjadi karena anak sulungnya, yaitu Sempakwaja tidak dapat mewarisi tahta Galuh karena ompong. Menurut tradisi kerajaan, seorang raja tidak boleh memiliki cacat jasmani, begitu juga dengan anak keduanya, Jantaka yang menderita hernia. Berbeda dengan kedua kakanya yang menjadi rajaresi (taat pada agama), Jalantara atau amara atau Mandiminyak kurang taat beragama dan cenderung berperilaku ‘liar’.
Baca Juga:Dimanakah Makam Istri Prabu Siliwangi, Nyai Subang Larang?Teka-Teki Pulau Jawa Versi Marcopolo
Mandiminyak terlibat smarakarya atau skandal asamara dengan Pwahaci Rababu (Pohaci Rababu) yang merupakan kakak iparnya. Pwahaci Rababu adalah istri Sempak Waja, kakaknya Mandiminyak. Akibat skandal Mandiminyak dengan Pwahaci Rababu ini, lahir seorang anak yang bernama Sena atau Bratasenawa. Sementara itu Sempak Waja dan Pwahaci Rababu juga menurunkan anak yang bernama Purbasora. Untuk menghindari gonjang-ganjing kerajaan, Mandiminyak dinikahkan dengan Dewi Parwati dari Kerajaan Kalingga dan menurunkan anak bernama Sannaha. Kelak, Sena dan Sannaha yang keduanya anak dari Mandiminyak beda Ibu dinikahkan dan menghasilkan nak bernama Sanjaya.
