Kisah Ki Bagus Jaka, Adipati Tandha Moe dari Cirebon

arya kecamatan pasawahan kuningan 2021 0 11zon
Kecamatan Pasawahan (Wikipedia)
0 Komentar

Suasana tiba-tiba hening mendengar pertanyaan dari Panembahan, Bagus Jaka beringsut dari duduk, maju mengangkat sembah.

“Ampun Gusti Panembahan. Apabila dipercaya, hamba bersedia melaksanakan perintah Gusti.” ,tegas Bagus Jaka. Para hadirin dan Panembahan sejenak terperangah mendapati keberanian Bagus Jaka muda menyatakan kesanggupannya. Jaka berpikir, sekaranglah saat baginya menunjukkan bakti pada ayahanda, kerajaan dan rakyatnya.

Panembahan Ratu II akhirnya menerima kesediaan bakti Bagus Jaka. Sebelumnya beliau menanyakan asal-usulnya . Bagus Jaka pun menjelaskan identitasnya dengan menyerahkan cincin pemberian eyangnya. Betapa terkejutnya Panembahan, tatkala mengenali cincin batu permata itu. Angan dan Ingatannya melayang pada sosok Kyai Waridhenta dan Nyi Rasmi selirnya yang telah lama dia lupakan. Bagaimanakah keadaan selirnya itu kini, menjadi tanya yang bergayut dalam hatinya. Hati Panembahan Ratu II terharu, mendapati keberanian Bagus Jaka mengajukan diri sebagai seorang tandha.

Baca Juga:41 Monyet Ki Buyut BanjarLegenda Monyet Kalijaga Cirebon

Selanjutnya Panembahan Ratu II, mengangkat Bagus Jaka sebagai tandha dengan gelar Adipati Ingalaga Tandhaprapti. mengemban tugas sebagai seorang tandha. Mengenakan selempang kuning dan wangkingan keris sang Tandha, Bagus Jaka begitu tampan, gagah dan berwibawa. Pelepasan sang Adipati Tandhaprapti, disertai gemuruh sorak rakyat Cirebon kepada pahlawan pembelanya.

Sementara itu suasana di luar perbatasan timur, pasukan Mataram sedang menunggu perintah Adipati Tan Kondur. Pabila sore hari tidak ada jawaban dari Kerajaan Cirebon, pasukan Mataram akan bergerak memasuki kota praja.

Rombongan Sang Adipati Tandhaprapti pun sampai di perbatasan luar kerajaan. Beliau pun memperkenalkan diri dengan santun pada Adipati Gebang dan Ender yang berada di garis terdepan pertahanan luar Kerajaaan Cirebon yang akan menghadang pasukan Mataram. Setelahnya, mereka pun kemudian menyusun siasat. Sejatinya mereka tetaplah cemas, meski menyaksikan sikap tenang Adipati Tandhaprapti. Didampingi Ki Demang Kejawan dan lima prajurit dibelakangnya, Tandhaprapti segera menuju perkemahan pasukan Mataram.

Sesampainya di perkemahan pasukan Mataram, Tandhaprapti mengamati dan membenarkan dalam hati tentang informasi yang beredar bahwa Sunan Mataram ingin menjadi raja diraja di Nusantara ini.

Di pos jaga pasukan Adipati Tandhaprapti dari Cirebon dihentikan langkahnya oleh kepungan pasukan Mataram dari segara penjuru.

0 Komentar