Kisah Ki Bagus Jaka, Adipati Tandha Moe dari Cirebon

arya kecamatan pasawahan kuningan 2021 0 11zon
Kecamatan Pasawahan (Wikipedia)
0 Komentar

“Baiklah, ini Demang Kejawanan, pangeran Suryanata namanya. Sedangkan aku biasa dipanggil Jaka bergelar Adipati Tandhaprapti.” Lalu lanjutnya,”Lawan saja aku, karena kita sama-sama Adipati,” tetap tenang sikap Jaka menjawab tanya Tan Kondur yang semakin meluap amarahnya.

Pada saat sama tombak dihujamkan tepat mengenai Tandhaprapti. Namun apa yang terjadi. Tiba-tiba tubuhnya pecah menjadi tiga orang yang sama. Kembali tombak mengenai salah satunya, tubuh Adipati Tandhaprapti pun menjadi semakin banyak. Begitu seterusnya, tiap tombak menghujam seorang Tandhaprapti, sembilan orang wujud Tandhaprati muncul. Adipati dan seluruh pasukan mataram keheranan dengan kemampuan ilmu Tandhaprati. Tandhaprapti memang menguasai ilmu sasra bahu, yaitu ilmu yang menggandakan tubuh hingga seribu.

Apalagi tatkala seluruh bentuk Tandhaprapti menantang Tan Kondur untuk menikamkan senjatanya dan menimbulkan suara laksana dengungan tawon. Begitu Tan Kondur menikamkan ke salah satu bentuk Tandhaprapti, semakin lunglai tak bertenaga Adipati dari Mataram tersebut. Tandha dari Cirebon pun kemudian mendekatinya sambil berucap, “Puaskah, Tuan Adipati?”

Baca Juga:41 Monyet Ki Buyut BanjarLegenda Monyet Kalijaga Cirebon

“Bunuhlah aku, Tandprapti!” begitu suara putus asah penuh kepasrahan dari Tan Kondur.

Setelah menyatakan menyerah kalah, kebaikan hati Tandhaprapti lah yang tetap membiarkan Tan Kondur tetap hidup. Beliau hanya meminta Tandha dari Mataram tersebut untuk mematuhi isi surat dari Panembahan ratu II selaku rajanya.

Tenaga Adipati Tan Kondur pun dipulihkan kembali. Dengan kesaktiannya pula tanda telapak tangan Tandaprapti pun diterahkan pada paha kuda kesayangan Tan Kondur. Sebagai bukti pada Sultan Mataram atas keunggulan kesaktian Tandhaprapti. Sejak peristiwa perlawanan luar biasa heroik tersebut, Tandaprapti mendapat gelar kehormatan dengan sebutan Tandha Moe. Tandha adalah utusan. Moe adalah bahasa Belanda yang berarti bagus atau jitu.

Sontak seketika berita menyebar . Seluruh rakyat Cirebon pun mengelu-elukan keberhasilannya memukul mundur pasukan Mataram. “Hidup Adipati Tandha Moe! Hidup Adipati Tandha Moe!”

Panembahan Ratu II, begitu bangga dan bahagia mendapat laporan keberhasilan Tandhaprapti. Sesampainya di kotapraja, dan menghadap Panembahan. Tak kuasa Panembahan menahan rasa haru dan bangga atas keberhasilan putranya yang selama ini dibesarkan jauh dari dirinya. Panembahan langsung menubruk dan merangkulnya sambil berucap “Oh anakku, Ramanda tidak menyangka kamu begitu gagah dan perkasa.” Bagus Jaka pun menyaksikan buliran air bening turun di sudut mata Ramandanya. Air mata seorang ayah yang mengagumi anaknya yang telah melaksanakan baktinya. Bukan saja untuk dirinya sendiri, tapi untuk rakyat dan kerajaannya. Syukuran atas keberhasilan Bagus Jaka pun digelar oleh Panembahan Ratu II.

0 Komentar