“Tuan-tuan berhenti!” komando pasukan Mataram terdengar.
Beberapa mencoba memegang tali-tali kekang kuda, tetapi barisan Tandha itu tidak ada yang turun dari kudanya.
“Minggir! Antarkan aku sampai ke perkemahan Adipati kalian! Apakah kalian tidak diajari tata krama?” gertak keras suara Adipati Tandhaprapti. Masih dengan kaget dan terbengong, akhirnya mereka mempersilahkan tamu itu menuju perkemahan Adipati Tan Kondur.
Roman lelah para prajurit tampak jelas tertangkap mata empati Tandaprapti. Mereka adalah orang-orang yang diperalat penguasa yang ambisius pikir Demang Kejawanan. Sejurus kemudian keluarlah sosok tegap tinggi berkulit kebule-bulean. Tandhaprapti menebaknya sebagai Adipati Tan Kondur.
Baca Juga:41 Monyet Ki Buyut BanjarLegenda Monyet Kalijaga Cirebon
“Selamat datang, tikus-tikus ingusan Cirebon!” ujar Tan kondur dengan congkaknya. “Hampir saja saya memberi komando menyerbu negerimu!”
“Bolehkah aku duduk?” tanya Tandhaprapti tetap tenang.
“Oh ya, silahkan!”, dengan sikap dingin Tan Kondur mempersilahkan.
Adipati Tandhaprapti menyerahkan sebuah surat sambil berkata, “Bacalah surat dari Panembahanku yang ditujukan kepada Anda, Adipati Tan Kondur!”
Adipati Tan Kondur membaca surat dari Panembahan Ratu II dengan seksama. Tiba-tiba teriakan dan ekpresi tersinggung nampak di wajah Tan kondur. “Beraninya Panembahan Ratu II menyuruhku pulang ke Mataram dengan tangan kosong!” teriak Adipati Tan Kondur.
“Bagaimana jawaban Tuan Adipati?” tanya Tandhaprapti. Apakah Tuan tidak mau mengubah niat Tuan, dan tetap mau menghancurkan hubungan baik antara Mataram dan Cirebon?” dengan lantang Tandhaprapti mendesak Tan kondur.
“Cirebon akan tetap aku hancurkan! keputusanku tidak berubah!” jawaban penuh emosi dan kemarahan terdengar dari Tan Kondur.
“Sebelum Tuan menyerang negeri kami, beresi dulu kami ini yang masih ingusan. Apabila telah beres nyawa kami sirna dari tubuh, barulah Tuan kami persilahkan membumihanguskan rakyat negeri dan kerajaanku.” begitu tegas suara Tandhaprapti.
“Habisi nyawa mereka!” perintah Tan Kondur kepada perwira yang siap dengan tombak. Dengan kecepatan tinggi, dua sosok tubuh itu tiba-tiba melesat keluar dari tenda, sebelum tombak berhasil menyentuh kulit mereka.
“Bangsat keparat!” semakin meluap amarah tan Kondur.
Baca Juga:Siapa Sosok di Doodle Google Hari Ini?Bulan Safar Nyiramkeun Pusaka Kerajaan Talaga Manggung Majalengka
“Siapa sebenarnya kalian? begitu ujar Adipati Tan kondur mulai heran sambil menghunus kerisnya
