- pada bagian barat berupa benteng alam, yaitu puncak tebing Cipaku yang curam sampai lokasi Stasiun Kereta Api Batutulis dan membentang sepanjang jalur rel kereta api. Bentangan ini sampai ke tebing Cipakancilan setelah melewati lokasi Jembatan Bondongan yang terdapat di Kampung Cincau,
- pada bagian timur berupa benteng yang membentang sejajar dengan Jalan Suryakencana hingga ke Gardu Tinggi. Benteng ini kemudian mengikuti puncak lembah sungai Ciliwung dan melintasi pertemuan antara Jalan Siliwangi dengan Jalan Batutulis, berlanjut hingga sepanjang puncak lereng sungai Ciliwung yang melewati Komplek Perkantoran PAM dan memotong Jalan Pajajaran,
- pada bagian utara berupa tebing terjal, yaitu dari ujung lembah sungai Cipakancilan (Kampung Cincau) yang tersambung dengan tebing Gang Beton hingga memotong Jalan Suryakencana, dan pada
- bagian selatan berupa benteng yang membentang dari pertemuan Jalan Pajajaran, menembus Jalan Siliwangi, dan terus membentang hingga Kampung Lawang Gintung.

Danasasmita dalam Sejarah Bogor (2012) memetakan delineasi batas fisik peninggalan Kota Pakuan berdasarkan kajian sejarah laporan perjalanan dan naskah kuno.
Batas yang dipetakan adalah parit lebar, alun-alun luar, benteng dan keraton Pakuan (Gambar 28). Lebih lanjut Danasasmita mendeskripsikan lokasi batas-batas fisik lanskap namun tidak seluruhnya dipetakan.

Baca Juga:Fakta Petilasan Prabu Dewantaprana Sri Baduga Maharaja di Majalengka, Telaga Mas Tak Sembarangan Dipakai BerendamRoh-Roh Orang Mati Bersatu dengan Batara Tunggal dan 10 Makam Tentara Nazi di Situs Arca Domas
Zahorka dalam The Sunda Kingdoms of West Java (2012) memetakan sisa benteng Pakuan berdasarkan peta yang dibuat C.M Pleyte pada tahun 1910 dan dipublikasikan oleh Haan pada tahun 1911 (Gambar 29).
Kegiatan turun lapang menunjukkan delineasi yang relevan dan masih dapat dilihat keberadaan fisiknya, walaupun telah mengalami perubahan terutama secara spasial.

Berdasarkan kajian ketiga delineasi tersebut, terdapat beberapa perbedaan pada jenis batas fisik lanskap yang dipetakan maupun keberadaannya.
Delineasi yang dipetakan tim P3KP memfokuskan pada batas fisik berupa sisa benteng dan lokasi gerbang Kota Pakuan.
