Melacak Ibu Kota Kerajaan Pajajaran, Pakuan

45756900 2486177748064269 7023800253849534464 n
Palangka Batu Sriman Sriwacana atau sering disebut Watu Gilang yang dalam bahasa Sunda berarti Batu yang berkilau. Batu ini merupakan pangcalikan atau tempat duduk sewaktu Raja-Raja Sunda dilantik menjadi Penguasa. Batu ini sudah dikisahkan di dalam Carita Parahiyangan yaitu: Sang Susuktunggal inyana nu nyieuna palangka Sriman Sriwacana Sri Baduga Maharajadiraja Ratu Haji d i Pakwan Pajajaran nu mikadatwan Sri Bima Punta Narayana Madura Suradipati, inyana Pakwan Sanghiyang Sri Ratu Dewata. Yang berarti: "Sang Susuktunggal ialah yang membuat tahta Sriman Sriwacana untuk Sri Baduga Maharaja, Ratu penguasa di Pakuan Pajajaran yang bersemayam di Keraton Sri Bima Punta Narayana Madura Suradipati yaitu istana Sanghiyang Sri Ratu Dewata" Batu ini setidaknya masih berada di Pakuan Pajajaran hingga tahun 1579 dan pasukan Panembahan Yusuf atau Maulana Yusuf membawa batu ini dari Pakuan ke Surosowan di Banten.
0 Komentar

Situs Kupalandak

Situs Kupalandak merupakan sebuah makam yang terletak di Kampung Kebon Pala, tidak jauh dari Situs Ranggapati dan Situs Prasasti Batutulis.

Lokasinya berdekatan dengan rumah penduduk dan komplek perumahan Batutulis Mansion yang masih dalam tahap pembangunan.

Pihak pengembang Batutulis Mansion membangun pembatas berupa dinding setinggi 3 meter namun tanpa pintu masuk, sehingga untuk dapat berkunjung ke situs ini harus melewati gang yang melewati rumah penduduk Kampung Kebon Pala.

Baca Juga:Fakta Petilasan Prabu Dewantaprana Sri Baduga Maharaja di Majalengka, Telaga Mas Tak Sembarangan Dipakai BerendamRoh-Roh Orang Mati Bersatu dengan Batara Tunggal dan 10 Makam Tentara Nazi di Situs Arca Domas

Sementara itu pembangunan akses menuju situs dan pintu masuknya dilakukan sepenuhnya oleh pihak penduduk Kampung Kebon Pala.

Situs ini berada di dalam lahan persegi berukuran 4 x 3 meter. Objek utama di Situs Kupalandak berupa teras berundak sebanyak dua tingkat dan keseluruhan sisinya telah disemen.

Bagian teras atas ditutupi batu berukuran panjang 160 sentimeter dan lebar 70 sentimeter. Di atas undakan tersebut ditumbuhi pohon jengkol (Archidendron pauciflorum).

Dahulu di lokasi ini terdapat sebuah arca yang hilang pada tahun 1970-an.

Arca tersebut mirip dengan salah satu arca yang berada di Situs Arca Purwagalih. Toponim kupa landak yang melekat sebagai nama situs ini berasal dari nama tanaman kupa landak (Eugenia edulis Vell.), yaitu tanaman kayu yang memiliki buah mirip anggur.

Masyarakat Kampung Kebon Pala mengatakan bahwa dulu di lokasi situs terdapat pohon kupa landak yang sangat besar, kemudian pohon tersebut mati dan digantikan dengan pohon jengkol saat ini (Astari 2014).

Juru kunci Situs Kupalandak mengatakan bahwa situs ini masih memiliki hubungan erat dengan Kerajaan Pajajaran terutama Prabu Siliwangi yang pernah memerintah di Pakuan.

Baca Juga:Wonosobo ‘Wanua Seba’ Tempat Berkumpulnya Para Pendeta dari Seluruh Dunia Melalui Pantura JawaAnjawong Khodam Prabu Siliwangi, Apakah Anda Telah Mengetahuinya?

Makam di situs ini adalah makam milik Eyang atau Kakek Kupalandak, salah satu tangan kanan yang dipercaya oleh Prabu Siliwangi pada masa pemerintahannya di Kerajaan Pajajaran.

Situs Ranggapati

Situs Ranggapati merupakan sebuah makam yang terletak di kompleks Gudang Elpiji di Jalan Batutulis, tidak jauh dari Gereja Bethel Indonesia Elohim.

Kompleks situs ditanami deretan pohon jati (Tectona grandis) tepat di depan pintu masuk situs. Pada bagian sebelah kiri dari pintu masuk situs, terdapat tumpukan sampah organik dan non-organik.

0 Komentar